<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769</id><updated>2011-12-01T15:25:23.521+07:00</updated><title type='text'>Kumpulan Catatan Dari Hati</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>40</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-114577129461356947</id><published>2006-04-23T12:24:00.000+07:00</published><updated>2006-04-23T12:52:59.730+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Dear Blog....&lt;br /&gt;Huah...dah lama banget ya aku nggk ngunjungin kamu, nggk coret2 kamu, bahkan meluangkan sedikit waktu untuk membalas sapaan teman saja aku nggak sempat.&lt;br /&gt;Aku benar2 sibuk akhir2 ini.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah....hari ini aku bisa membuka kembali blog kesayanganku. &lt;br /&gt;Dikantor suamiku....daripada bengong nungguin dia menyelesaikan tugasnya n kebetulan dia pake kompi temennya.....ya udah, aku duduk manis, mulai membuka blogku....huah senengnya !!!.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow....rasanya banyak sekali cerita yang mau aku tulis, tapi ketika duduk didepan kompi....segudang cerita itu seolah tumpang tindih, berebutan, semua ingin ditulis pada urutan pertama. Zaaap...akhirnya segenap cerita itu hilang, aku nggak tahu harus nulis apa..&lt;br /&gt;hmmmm...........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-114577129461356947?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/114577129461356947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=114577129461356947' title='19 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/114577129461356947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/114577129461356947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2006/04/dear-blog.html' title=''/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-113048430426232224</id><published>2005-10-28T14:21:00.000+07:00</published><updated>2005-10-28T14:25:04.536+07:00</updated><title type='text'>Perjalanan Menuju Hari Bahagia II</title><content type='html'>&lt;span style="color:#009900;"&gt;Senin malam, 15 Agustus 2005&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa, kegelisahan menyelimuti dan menguasaiku malam ini.&lt;br /&gt;Ada perasaan waswas dan takut tidak diterima oleh keluarga abang........&lt;br /&gt;Kita berdua lahir dan besar dalam asuhan keluarga yang sungguh berbeda.&lt;br /&gt;Berbeda latar belakang suku,  budaya, pendidikan bahkan tingkat sosial.&lt;br /&gt;Kekhawatiran itu.....tiba-tiba saja menyeretku pada pertanyaan-pertanyaan yang dibuat oleh angan-anganku sendiri.&lt;br /&gt;Dan ini tentu saja begitu menyiksa.&lt;br /&gt;Perasaan itu semakin memuncak ketika akhirnya kukirim sebuah pesan singkat.&lt;br /&gt;Kutanyakan padanya apa yang akan dia lakukan seandainya kedua orangtuanya tidak merestui hubungan kami&lt;br /&gt;“Adik, saya tidak mau menjawab sesuatu yang belum pasti terjadi” dasar plagenis !!! aku Cuma bisa membacanya sambil tersenyum kecut.&lt;br /&gt;Dia memang plagenis, itulah hasil sebuah kuis yang diambil dari sebuah buku berjudul “diary pengantin”. Ternyata kuis itu cukup ampuh mengungkap sedikit kepribadian kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adik, segala sesuatu itu harus diperjuangkan, Adik berani kan ?&lt;br /&gt;Harus berani !!!!” tegas, bunyi pesan singkat di ponselku menantang tetapi sekaligus mendukungku.&lt;br /&gt;“Abang, kalau Abang tetap disamping adik, memberi semangat dan mendukung adik, Insya Allah adik pasti memiliki keberanian itu” balasku&lt;br /&gt;Abang sendiri tidak meragukan keberanianku, lantas kenapa aku harus surut langkah sebelum bergerak maju.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;“Kita sedang memperjuangkan niat baik kita berdua, sudah pasti Abang mendukung adik” sambungnya....ah rasa percaya diri itu akhirnya kembali, bahkan mulai berlipat ganda, tidak ada yang perlu diragukan lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adik jangan khawatir terlalu berlebihan, kita serahkan semuanya kepada Allah, bukankah selama ini selalu itu yang kita lakukan. Allah akan memberikan yang terbaik, kalau kita ikhlas menerima segala ketentuannya”&lt;br /&gt;Lalu……kesejukan itu hadir tiba-tiba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung Allah mengirimkannya padaku disaat yang “tepat” ini.&lt;br /&gt;Alhamdulillah……dialah pria terbaik pilihan Allah untukku.&lt;br /&gt;Terima kasih ya Rabb……….Engkau memberikan seseorang yang aku butuhkan, bukan yang aku inginkan&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-113048430426232224?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/113048430426232224/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=113048430426232224' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/113048430426232224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/113048430426232224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/10/perjalanan-menuju-hari-bahagia-ii.html' title='Perjalanan Menuju Hari Bahagia II'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-113048358517936303</id><published>2005-10-28T14:08:00.000+07:00</published><updated>2005-10-28T14:13:05.196+07:00</updated><title type='text'>Perjalanan Menuju Hari Bahagia - I</title><content type='html'>&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Minggu, 14 Agustus 2005&lt;br /&gt;Tak ada samudera yang membentang dan belaian angin sepoi yang menambah romantis suasana.&lt;br /&gt;Tak ada camar yang terbang rendah ataupun pohon nyiur yang dahannya menari diliukkan angin.&lt;br /&gt;Apalagi sampan nelayan....tak ada ! gambaran pantai dan seisinya tak mungkin kutemui dirumah kost-ku yang memang jauh dari pantai.&lt;br /&gt;Tapi aku merasakan gemuruh itu. Akupun merasakan gejolak itu. Gemuruh yang maha dasyat, bukan sekedar ombak kecil yang berlari berkejaran ke mulut pantai.&lt;br /&gt;Yaa ! ada ombak walau tak sedasyat tsunami dihatiku. Dan gemuruhnya menguasai, bergaung dan menelusup seolah memenuhi ruangan tempat kami berada sore itu.&lt;br /&gt;"Saya sudah shalat istikharah, Saya memilih adik dan saya ingin menikah dengan adik"&lt;br /&gt;Sejenak aku terdiam……”maksud abang”&lt;br /&gt;Dan diapun mengulang kembali kata-kata yang diucapkannya tadi.&lt;br /&gt;Ya Rabbi !!!!&lt;br /&gt;Lidah ini kelu, sungguh !!! aku nyaris tak bisa berkata-kata.&lt;br /&gt;Hatiku sibuk mengagungkan asma Allah&lt;br /&gt;Subhanallah....walhamdulillah....Allahu akbar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Illahi Rabbi, kata-kata ini kutunggu dari orang yang "tepat" beberapa tahun terakhir, dan aku mendengarnya sore itu.&lt;br /&gt;Tak urung membuat perasaanku bercampur aduk dan bahagia merajai hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang kami bicarakan sore itu. Tentang  aneka harapan dan bermacam keinginan yang ingin diwujudkan setelah kami menikah nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan, diapun meneruskan lisannya, begitu hati-hati.&lt;br /&gt;“Kalau adik menikah dengan saya, adik harus rela hidup sederhana, menerima tidak hanya saya, tetapi juga papa dan mama saya sebagai bagian dari keluarga baru kita kelak” hening itu datang......&lt;br /&gt;“Untuk saat ini saya nggak bisa terlalu jauh meninggalkan papa dan mama, mereka sudah tua, saya berkewajiban merawat keduanya, jadi setelah menikah nanti kita harus tinggal di Jakarta, itu artinya adik harus rela meninggalkan pekerjaan adik sekarang”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abang, tidak ada yang sulit kalau abang selalu disampingku, Insya Allah......&lt;br /&gt;Apapun keputusan abang, selama itu sesuai dengan kitabullah dan sunatullah, sebagai calon&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;isteri tentu aku dukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai hari ini, kusandarkan seluruh harapan padamu calon suamiku.&lt;br /&gt;Harapan untuk membangun keluarga barokah yang sakinah mawaddah warahmah.&lt;br /&gt;Kujadikan kau qawwam yang akan memimpin dan membimbingku menuju surga-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu belum lagi tumbuh, tapi aku punya “bibit unggul”, aku yakin dengan sedikit waktu dan kesabaran cinta itu akan tumbuh dengan subur.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-113048358517936303?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/113048358517936303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=113048358517936303' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/113048358517936303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/113048358517936303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/10/perjalanan-menuju-hari-bahagia-i.html' title='Perjalanan Menuju Hari Bahagia - I'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-112908803856813214</id><published>2005-10-12T08:23:00.000+07:00</published><updated>2005-10-12T10:36:38.453+07:00</updated><title type='text'>Hari I</title><content type='html'>&lt;span style="color:#333399;"&gt;seperti biasanya melihat cakrawala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;tak ada merpati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;pun itik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;detik detik jadi asap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;musnah dalam riak jemari yang menari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;melenguhkan mimpi..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;hujan yang turun sebentaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;menyapa hari pertama ramadhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;meresapkan minus celcius&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;ditulang sumsumku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;lalu aku menunda wudlhu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;menunda waktu bertemu Mu..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;Ba’dha maghrib&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;Bersama karib&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;bocah-bocah yang berseliweran tak tertib&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;“om.. buat makan om…”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;dan tangan mungil itu terus tengadah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;tak kenal lelah..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;jalan baru saja diawalnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;masih beribu masa lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;sebelum sampai pada Mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;color:#cc33cc;"&gt;Catatan Abang tentang hari pertama Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-112908803856813214?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/112908803856813214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=112908803856813214' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112908803856813214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112908803856813214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/10/hari-i.html' title='Hari I'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-112683708757873786</id><published>2005-09-16T09:17:00.000+07:00</published><updated>2005-09-16T11:34:19.176+07:00</updated><title type='text'>Jatuh Cinta</title><content type='html'>&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Saat cakrawala tersenyum&lt;br /&gt;Menyapa batas senja&lt;br /&gt;Telah kupasrahkan hati&lt;br /&gt;Karena cinta hadir&lt;br /&gt;Begitu Indahnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;color:#ff99ff;"&gt;28 Agustus '05&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-112683708757873786?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/112683708757873786/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=112683708757873786' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112683708757873786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112683708757873786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/09/jatuh-cinta.html' title='Jatuh Cinta'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-112669280657140963</id><published>2005-09-14T16:30:00.000+07:00</published><updated>2005-09-15T08:14:02.123+07:00</updated><title type='text'>"Bom" itu Berasal Dari Kaleng Bekas Obat Anti Nyamuk</title><content type='html'>&lt;span style="color:#009900;"&gt;Kesejukan pagi masih sangat terasa ketika tiba-tiba suara keras menghentak di dinding indera pendengaran. Sebuah ledakan...... Teriak kesakitan pun menyusul seketika. Tak lama penduduk sekitar berkumpul ditempat kejadian. Kobaran api belum lagi padam menyisakan bau menyengat dari sisa-sisa sampah yang dibakar.&lt;br /&gt;Semua pasang mata tertuju pada sosok ibu muda yang tergeletak tak jauh dari tempat pembakaran, mengerang penuh kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ledakan itu berasal dari kaleng bekas obat anti nyamuk dan ibu muda yang terkena musibah itu adalah teman kerjaku.&lt;br /&gt;Sebelah tangan dan separuh mukanya dipenuhi luka bakar. Kulitnya melepuh dan sebagian mengelupas. Cairan bening keluar dari sela-sela kulit yang mati terbakar.&lt;br /&gt;"Sakit dan panas sekali mbak" katanya&lt;br /&gt;Sore itu aku dan teman-teman kantor menengoknya. Kondisinya masih lemah namun putra bungsunya tak berhenti menangis. Meskipun sudah digendong oleh ayahnya, tetap saja tangisannya tak mereda. Dia pun terpaksa menggendong putranya seraya sesekali meringis menahan sakit. Kasih ibu memang selalu tiada batas.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemarin kulit mati ini sengaja dikelupas untuk mengobati luka dibawahnya, wah sakitnya bukan main, saya sampai nangis"&lt;br /&gt;Aduh.....aku sampai merinding mendengarnya, membayangkan betapa perih dan panasnya luka itu. Pernah suatu kali tanganku tanpa sengaja memegang arang yang dibakar ketika sedang membuat sate. Lukanya hanya kecil saja, tetapi rasanya panas sekali. Apalagi luka bakar sebesar itu...........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya hampir di setiap botol tercantum peringatan untuk menjauhkan kemasan tersebut dari api, tapi kerap kali kita tidak menghiraukan peringatan tersebut.&lt;br /&gt;Mungkin kebanyakan orang berpikir "ah cuma botol bekas, sampah !!! tak perlu diperlakukan istimewa" maka peringatan yang jelas tertera itu dianggap hanya sebuah keisengan belaka, tanpa makna. Tak terpikir akibat ledakannya mampu membahayakan jiwa seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini genap dua belas hari dia tidak masuk kerja. Aku pun belum sempat menjenguknya kembali. Entah bagaimana kesehatannya hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga lekas sembuh mbak Fitri..........dah kangen banget neh pengen saling bertukar cerita ketika jam makan siang tiba.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Botol hanyalah benda mati, peringatan yang tertulis diatasnya dibuat oleh manusia, tetapi ledakan yang ditimbulkanya bisa membahayakan. Maka bisa kita bayangkan seandainya yang membuat larangan itu adalah Allah, yang menciptakan kita, yang menyebabkan dunia dan seisinya ini ada, penguasa arsy, penentu qadha dan qadar. Dan seringkali peringatannya kita langgar pula.&lt;br /&gt;Alangkah celakanya kita. Tiada terbayang dasyatnya ledakan yang terjadi akibat kesombongan kita melanggar larangannya.&lt;br /&gt;Ya Rabb..........ampuni hamba yang dhaif ini. Ampuni hamba yang kerap tidak bisa mengendalikan hawa nafsu. Ampuni hamba...............&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-112669280657140963?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/112669280657140963/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=112669280657140963' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112669280657140963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112669280657140963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/09/bom-itu-berasal-dari-kaleng-bekas-obat.html' title='&quot;Bom&quot; itu Berasal Dari Kaleng Bekas Obat Anti Nyamuk'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-112658644197490024</id><published>2005-09-13T11:34:00.000+07:00</published><updated>2005-09-15T08:20:02.343+07:00</updated><title type='text'>Jatuh Cinta Bisa Membuat Seseorang Jadi Pemarah ??????</title><content type='html'>&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Haiiiiiiiiiiiiii......blogku tersayang, dah lama buanget aku nggak nyapa kamu&lt;br /&gt;Apa kabar hari ini ? wah.....nggak ada pengunjung yang mengisi buku tamu yah.&lt;br /&gt;Hmmm...ternyata lebih banyak 'pengintip' yang nggak pada nulis di buku tamu.&lt;br /&gt;Nggak apa2 lah....setidaknya masih ada yang meluangkan waktu untuk membaca tulisan-tulisanku. Daripada nggak ada sama sekali....huehehe.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blogku tersayang,&lt;br /&gt;Hari ini sebel..............sebel abis !!!!!&lt;br /&gt;Seharian cuma denger bossku ngoceh bin ngomel. Meskipun bukan aku yang diomelin, tapi lama2 kupingku pengeng juga. Mejaku paling deket ma meja si boss, jadi setiap kali dia teriak selalu saja suara menggelegar itu menggelitik gendang telingaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu nggak, saking sebelnya......akhirnya kami ( aku, m' made n uni evi ) sepakat menganugerahkan nama baru untuk bossku, yaitu.............&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;Sri Paduka Baginda yang mulia Tuanku Raja Amarah bin Angkara Murka&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Huehehe...........keren kan namanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Napa yah akhir2 ini dia berubah, totally !!!!! padahal dulu kita manggil dia mr. nice guy.........orangnya baiiiiiiiiik banget. Boss terbaik yang pernah aku temui deh pokoknya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Blog...blog, mmmm..........memang jatuh cinta bisa membuat tabiat seseorang berubah ? berubah menjadi berperangai jelek lho maksudku.&lt;br /&gt;Yang pernah aku alami sih berubahnya jadi lebih baik. Misalnya, yang tadinya jarang mandi jadi sering mandi, lebih rapi dan wangi teruuuuuuuuus........:-D.&lt;br /&gt;Pernah juga waktu masih berseragam putih abu2, aku diam2 jatuh cinta sama seorang kutu buku. Hasilnya aku jadi kutu buku juga, lebih sering menghabiskan waktu istirahat di perpustakaan. Bukan baca, tapi hanya sekedar curi-curi pandang sama si dia.............hihihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan patah hati karena cintapun kadang-kadang membawa pengaruh baik lho blog. Biasanya kalau patah hati aku bisa menjelma menjadi penyair dadakan, walaupun syair2 yang aku ciptakan norak abiiiizzzzzzz..............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kebalikannya terjadi sama bossku. Semenjak dia jatuh cinta, dia jadi berperangai menyebalkan........ups......jangan bilang siapa2 ya blogku sayang.&lt;br /&gt;Tahu nggak, hari ini boss marah besar gara2 staff exim bilang "ya udah"&lt;br /&gt;Dia langsung ngamuk n teriak2. Uratnya mpe pada keluar lho blog.......&lt;br /&gt;"Jangan pernah bilang ya udah, gw nggak suka !!!!!!!!&lt;br /&gt;"It seems i am forcing you..........." wew....blog, teriakannya kedengeran ampe ke ruang resepsionis, padahal bossku ngomelnya di ruangan produksi yang jaraknya lumayan jauh dari ruang resepsionis..........Aku cuma bisa nutup kuping cepet2 sambil nyanyi dangdut "lho....begitu saja kok marah........."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Blog, sebenernya dia tahu nggak sih arti dari kata "ya udah". &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Wah kayaknya dia salah milih karir deh, seharusnya jadi penyanyi rock aja, bukannya bikin garment factory.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai2 ada yang menarik kesimpulan, karena nafsu birahi tak tersalurkan maka nafsu amarahnya tak terkendali. Iiiih....syereeeeeeeeemmmmmmmmm.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita doakan bossku yuk blog, mudah2an dia segera mengakhiri petualangan cintanya, kembali kepangkuan keluarga tercinta......( kalo inget sama isteri n anak2nya aku suka miris sendiri lho ).&lt;br /&gt;Semoga dia juga kembali menjadi manusia yang baik hati seperti dulu.....amiiiin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;hmgh.....lega deh dah numpahin semuanya&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-112658644197490024?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/112658644197490024/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=112658644197490024' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112658644197490024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112658644197490024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/09/jatuh-cinta-bisa-membuat-seseorang.html' title='Jatuh Cinta Bisa Membuat Seseorang Jadi Pemarah ??????'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-112605711762325150</id><published>2005-09-07T08:11:00.000+07:00</published><updated>2005-09-07T09:16:22.746+07:00</updated><title type='text'>Aku Kembali Pada Diam</title><content type='html'>&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Diam.........&lt;br /&gt;Aku kembali padamu&lt;br /&gt;Sudah terlalu banyak aku bicara, percuma !!!!!&lt;br /&gt;Ternyata cinta memberi warna abu-abu&lt;br /&gt;Pada hatiku&lt;br /&gt;Aku terlalu mengharap teriknya mentari&lt;br /&gt;Padahal hari masih teramat pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu kemana perginya rindu itu?" tanyamu&lt;br /&gt;Kemarin aku melihatnya&lt;br /&gt;lekat.....begitu menyiksamu&lt;br /&gt;"Ada" jawabku&lt;br /&gt;Kukembalikan dia pada tempatnya&lt;br /&gt;Di istana para raja ????&lt;br /&gt;Belum layak aku memilikinya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Aku kembali pada diam&lt;br /&gt;Karena dia tak pernah sempat menolakku&lt;br /&gt;Karena dia selalu mengerti&lt;br /&gt;Makna dari tiap tetes air mataku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Aku kembali pada diam..................&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;Sudut panas kamarku, lewat tengah malam&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-112605711762325150?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/112605711762325150/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=112605711762325150' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112605711762325150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112605711762325150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/09/aku-kembali-pada-diam.html' title='Aku Kembali Pada Diam'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-112545656902690052</id><published>2005-08-31T09:46:00.000+07:00</published><updated>2005-08-31T15:33:23.356+07:00</updated><title type='text'>Terang dalam Gelap</title><content type='html'>&lt;span style="color:#009900;"&gt;Dua orang muda itu bercakap satu sama lain dengan hangat. Kadang-kadang diselingi tawa kecil dan gurauan-gurauan ringan.&lt;br /&gt;Aku yang baru saja tiba tepat dibelakang keduanya beberapa menit yang lalu merasa tertarik untuk ikut menikmati kehangatan cerita mereka, walaupun tanpa diundang.&lt;br /&gt;Keakraban yang indah..... dan merekapun asyik meneruskan pembicaraan tanpa menghiraukan sekeliling, pun aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang membedakan keduanya denganku dan orang-orang yang sore itu berkumpul disitu. Keduanya berpenampilan Rapi.....yang seorang berperawakan tinggi kurus dengan hidung mancung dan muka tampan. Sedangkan lawan bicaranya lebih pendek dan sedikit gemuk, berkulit sawo matang. Cuma saja mereka masing-masing dibekali sebuah tongkat kecil.&lt;br /&gt;Ya Allah.......mereka berdua tuna netra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa tertarik, akupun tetap menyimak pembicaraan mereka dan membuntuti keduanya sampai disebuah warteg diujung gang.&lt;br /&gt;"Nasi empat, seribuan aja ya bu" kata salah satu dari mereka.&lt;br /&gt;"Loh....kok nasinya empat mas, kan kalian cuma berdua" tanya saya heran&lt;br /&gt;"Yang dua lagi untuk teman-teman dirumah" jawab salah satu dari mereka.&lt;br /&gt;Bu warteg pun melayani mereka dengan sabar. Menyebutkan lauk pauk dan sayur mayur yang masih tersedia sore itu satu persatu.&lt;br /&gt;"Mie, sayur buncis, gudeg, sayur asem, lapuk pauknya masih ada perkedel, ikan tongkol, ikan bandeng, pepes ikan mas"&lt;br /&gt;"Jangan pepes ah, masa tiap sore pepes melulu" salah seorang menimpali&lt;br /&gt;Perkedel, mie goreng dan ikan tongkol akhirnya menjadi menu makan malam pilihan mereka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Subhanallah........keduanya sudah berkeluarga, dan pasangannya sama-sama tuna netra. Bahkan salah satu diantara mereka sudah memiliki buah hati.&lt;br /&gt;Anak laki-laki yang lucu dan alhamdulillah lahir normal.&lt;br /&gt;Selama ini Mereka berdua tinggal dan bekerja di sebuah panti pijat yang letaknya tak jauh dari situ.&lt;br /&gt;"Kami setiap hari makan disini mbak, isteri saya sama-sama mempunyai kekurangan yang sama seperti saya, makanya kami nggak pernah memasak" terang salah seorang dari mereka.&lt;br /&gt;Dan perkataan itu dibenarkan oleh ibu pemilik warteg.&lt;br /&gt;"Biasanya yang datang kesini dan membeli makanan untuk makan siang adalah isteri mereka, bojone ayu-ayu lho mbak"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb.......hamba yang lahir dengan penglihatan yang sempurna ini terkadang alpa mensyukuri aneka nikmat yang tiada mungkin hamba menghitungnya satu demi satu. Sepasang mata hamba ini terkadang hanya hamba pergunakan untuk melihat hal-hal yang sia-sia. Astagfirullah......&lt;br /&gt;Lihatlah mereka berdua dan berjuta teman-teman senasib mereka, mereka begitu bahagia walaupun hidup dalam gelap. Gelap yang terang........dalam keterbatasan yang mereka miliki, Allah menganugerahkan kepada mereka hati terang benderang. Dengannya mereka bisa melihat dengan jelas, bahkan sesuatu yang kadang tidak terjangkau oleh kasat mata.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-112545656902690052?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/112545656902690052/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=112545656902690052' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112545656902690052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112545656902690052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/08/terang-dalam-gelap.html' title='Terang dalam Gelap'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-112505511440566200</id><published>2005-08-26T16:34:00.000+07:00</published><updated>2005-08-29T09:25:33.026+07:00</updated><title type='text'>Aku dan PMS</title><content type='html'>&lt;span style="color:#009900;"&gt;Hari ini enaknya ngomongin apa ya ?&lt;br /&gt;Hmmm.....gimana kalo PMS ? bukan Pilindo Megah Selatan lho :-P, tapi Premenstrual Syndrome atau sindrom sebelum menstruasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Anda wanita ? Anda juga mengalami PMS ?&lt;br /&gt;Para ahli di dunia memperkirakan sekitar 40% persen perempuan di dunia menghadapi PMS dan aku termasuk salah satu dari 40% tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya beberapa hari sebelum menstruasi hampir seluruh persendianku pegal, perut terasa tidak nyaman n nafsu makan berkurang ( kalo ini ada untungnya juga, aku bisa diet tanpa kepaksa :-P )&lt;br /&gt;Nggak hanya itu, biasanya "tegangan" pun meningkat n aku suka bete nggak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun kejadian minggu lalu.&lt;br /&gt;Hari itu sepulang kerja aku minta tolong sama dd untuk menemaniku membeli sesuatu yang sangat aku inginkan. Akhirnya kami sepakat untuk ketemu di Mesjid Raya Bogor selepas dd kuliah. Aku sampai disana jam 18.00, saatnya maghrib !!&lt;br /&gt;Bergegas menuju mesjid akupun menyelesaikan 3 rakaat shalat maghribku.&lt;br /&gt;Jam 18.30, seharusnya dd sudah selesai kuliah setengah jam yang lalu, tetapi dia tak kunjung tiba. Aku mengisi detik detik menunggu dengan membaca buku yang disediakan di mesjid, menyimak puisi dan beberapa artikel di majalah dinding.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Tanpa terasa jam hampir mendekati saatnya shalat isya. Kali ini aku berlama-lama di mesjid setelah menyelesaikan shalat berjamaahku. Kuraih ponsel dan mencoba menghubungi DD, berkali-kali !!!!&lt;br /&gt;Tapi ponsel itu dibiarkan menjerit berlama-lama tanpa dia angkat.&lt;br /&gt;Wah......dah hampir satu jam setengah nih nunggu, setan-setan mulai gencar membisikiku.&lt;br /&gt;"Ayo marah.....masa dicuekin begitu aja, pasti dd lagi berhaha...hihi sama temen-temennya" tapi kuacuhkan bisikan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku menyalurkan kemarahan pada semangkuk soto mie. Entah kenapa, soto mie yang merupakan salah satu makanan kesukaanku rasanya tak senikmat biasa.&lt;br /&gt;Hambar......hambar semata. Tapi entah kenapa, walaupun hambar seluruh isi mangkok sudah berpindah ke dalam perutku :-D ( maruknya keluar ).....alhamdulillah, kenyang .....&lt;br /&gt;Tapi... mana dd ? kok nggak muncul-muncul seeeeh....&lt;br /&gt;Kembali kuraih ponsel. tapi hasilnya tetap, nggak diangkat !!!!&lt;br /&gt;Dan kemarahanpun sudah naik ke ubun-ubun. Dengan kesabaran yang dipaksa aku berdiri tepat di pinggir jalan. Mengawasi setiap kendaraan yang lalu lalang.&lt;br /&gt;Akhirnya dd datang juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Weks....sebel !!!! bergaya ala nggak butuh akupun memalingkan muka&lt;br /&gt;"Ayo naik" kata dd seraya memasang muka takut&lt;br /&gt;"Kemana aja sih de...kok lama banget....."akupun menumpahkan kemarahan dengan berbicara tanpa jeda, seolah lagi latihan vokal. Hihihi....ternyata marah-marah cape juga yah :-D&lt;br /&gt;"Kita mau kemana sekarang" kata DD setelah aku menyelesaikan lagu rock dengan irama yang tak beraturan.&lt;br /&gt;"Pulang !!!!!" kataku lantang&lt;br /&gt;"Nggak jadi pergi ke mall X" tanyanya meyakinkan&lt;br /&gt;"Nggak" kataku seraya naik di boncengannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai tengah jalan barulah sesal itu datang. Kenapa aku harus marah-marah ?&lt;br /&gt;Bukankah itu hanya merugikanku saja........aku harus membuang energi percuma, sementara rencana awal harus berakhir berantakan.&lt;br /&gt;Mestinya aku bertanya lebih dahulu, kenapa dd sampai telat dua jam setengah. Ah....memang sesal selalu datang belakangan. Dan lihatlah...setan-setan itu bersorak menertawakanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari kemudian "tamu istimewa" itu datang.&lt;br /&gt;Tapi aku nggak tahu, marah-marah kemaren itu akibat PMS yang mana, PreMenstrual Syndrom ato Penyakit Marah-marah Selalu :-D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tentu saja tidak semua PMS mengganggu dan menakutkan bagiku, karena......ehem !!! :-)&lt;br /&gt;Seseorang di PMS, aku ingin beranjak tua bersamamu....&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-112505511440566200?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/112505511440566200/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=112505511440566200' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112505511440566200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112505511440566200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/08/aku-dan-pms.html' title='Aku dan PMS'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-112496690184789397</id><published>2005-08-25T17:41:00.000+07:00</published><updated>2005-08-25T17:48:21.856+07:00</updated><title type='text'>Potret Suram Anak Negeri</title><content type='html'>&lt;span style="color:#009900;"&gt;Namanya Ombi. Aku bingung memasukkan dia ke dalam jenjang usia bocah atau dewasa. Usianya barulah sepuluh tahun, tetapi dia harus memikul sendiri beban hidup layaknya orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihatnya suatu hari dipasar Cibinong. Tangan kirinya memegang sejumlah kantong plastik berwarna hitam ukuran jumbo. Tak banyak.....namun baginya dagangan alakadarnya itu sangat berharga untuk menyambung hidupnya.&lt;br /&gt;Bibir mungil Ombi sibuk mempromosikan barang dagangannya penuh semangat.&lt;br /&gt;"Kantong bu, belanjaannya saya bawain bu" katanya tanpa lelah.&lt;br /&gt;Dia memulai aktivitasnya dari pukul 4.30, kala sebagian orang masih terlelap dipeluk hangat selimut, dibuai indahnya mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ombi berperawakan kecil, tubuh kurusnya dibalut kulit berwarna coklat tua, rambutnya memerah termakan matahari. Walaupun tak cukup kekar, Ombi kecil menitipkan dirinya pada kerasnya kehidupan di pasar Cibinong. "Saya anak jalanan, tapi saya bukan preman" katanya.&lt;br /&gt;Ombi dengan mata gemintangnya selalu ceria, bibirnya selalu tersenyum, setidaknya itu yang saya lihat hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ombi kecil harus berpuas diri mengenyam bangku sekolah hanya sampai kelas 3 esde. Tak ada lagi yang bisa membiayai sekolahnya karena kedua orangtuanya sudah meninggal sewaktu dia kecil. Kini dia tinggal bersama salah satu kerabatnya didaerah Cikaret.&lt;br /&gt;"Saya ingin sekali meneruskan sekolah" dan mendung itu menyapu bintang yang tadi menghiasi matanya.&lt;br /&gt;"Makanya saya selalu berusaha menabung setiap hari" lanjutnya.&lt;br /&gt;Subhanallah........semangat itu, kejujuran itu !!!&lt;br /&gt;Jujur tanpa pura-pura.&lt;br /&gt;Penghasilannya setiap hari hanya sebesar tujuh ribu rupiah. Kalau lagi mujur dia bisa mengantongi sepuluh ribu rupiah.&lt;br /&gt;"Suka ada ibu-ibu yang membeli sebuah kantong plastik dengan uang seribu rupiah, dan mereka menolak saya memberi uang kembalian" katanya kembali riang.&lt;br /&gt;Uang yang dia dapat, dia pergunakan untuk membeli makan, sisanya ditabung.&lt;br /&gt;Paling besar dia menabung sebanyak tiga ribu. Uang tabungan itu disimpan oleh saudara yang bersamanya Ombi tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Ombi, kehidupan adalah sekolah tempat dia bisa mengenyam pendidikan. Pengalaman adalah gurunya yang setia. Dia menjadi seorang praktisi tanpa sempat mempelajari teori. Ombi belajar diantara kerasnya hidup tanpa harus ikut berperangai keras. Menjalani garis hidup tanpa harus kehilangan makna. Dia menyebut penderitaan sebagai sebuah anugerah yang harus dinikmati.&lt;br /&gt;Ombi selalu bersemangat menyongsong hari esok, berharap mentari kelak bersinar terang. Tapi selama ini mentari seolah enggan menghangati hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi Ombi merupakan salah satu contoh potret suram anak negeri ini. Kita termasuk salah satu pemegang amanah untuk mereproduksi photo itu kembali, atau mengolah dengan photoshop supaya photo itu berwarna cerah. Kepada kita dia titipkan kerinduan dan impian akan pendidikan dan kehidupan yang layak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Akankah kita tega membiarkan Ombi dan teman-teman senasibnya tetap merindu ?&lt;br /&gt;Tidakkah kita tergerak hati untuk mewujudkan impian mereka ?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-112496690184789397?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/112496690184789397/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=112496690184789397' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112496690184789397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112496690184789397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/08/potret-suram-anak-negeri.html' title='Potret Suram Anak Negeri'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-112479453654796238</id><published>2005-08-23T17:49:00.000+07:00</published><updated>2005-08-24T08:16:35.240+07:00</updated><title type='text'>Wanita Bekerja Diluar Rumah</title><content type='html'>&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Email dari seseorang yang aku sayang, aku simpan disini sebagai pengingat bahwa sebaik-baiknya karir seorang wanita adalah di rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;--------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;WACANA UNTUK CALON ISTRIKU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;--------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Wanita Bekerja Diluar Rumah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Mawlana Syaikh Nazim Adil al Haqqani an Naqshbandi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;London, United Kingdom Ditranslasi dari Liberating The Soul Volume 1 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;“Syaikh Nazim memberikan nasehat ini kepada seorang wanita Inggris yang bertanya apakah ia boleh bekerja diluar rumah”. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Jika anda para istri perlu untuk bekerja diluar rumah, maka bekerjalah, hal ini jika pendapatan yang diberikan suamimu kurang mencukupi untuk kebutuhanmu.Tetapi jika telah mencukupi maka kalian janganlah bekerja. Jika seorang suami bekerja, kita tidak mengatakan istrinya harus bekerja juga, karena kita percaya bahwa Allah swt memberikan kelebihan barakah kepada suaminya dan pada keluarganya, jika istri tidak bekerja diluar rumah. Jika istri bekerja, maka barakah yang datang akan berkurang bagi keduanya.Untuk itulah sebaiknya cukup suami saja yang bekerja dan istri menjadi pemelihara rumah. Kita tidak meminta uang yang berlebih tetapi mintalah barakah yang berlebih. Meskipun dengan uang yang sedikit, tetapi akan lebih berkah, maka hal itu adalah lebih baik daripada uang yang banyak tetapi kurang keberkahan, apalagi jika keduanya menjadi kelelahan tanpa barakah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Layanan para istri hanyalah untuk suaminya, yaitu dengan mengerjakan segala hal didalam rumah. Jika kalian para istri memiliki kelebihan waktu dan kalianingin mengerjakan sesuatu, maka kalian dapat melakukan pekerjaan ketrampilan didalam rumah. Jadi janganlah kalian para istri menjadi budak untuk suatu pekrjaandiluar rumah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Saat ini manusia adalah budak Karena mereka tidak dapat membatasi kerja atau keinginan mereka. Selalu ada perkataan aku harus mendapat penghasilan lebihbanyak. Padahal kalian para istri harus bebas untuk tidak berada dibawah perintah orang-orang pebisnis diluar rumah kalian. Kalian para istri harus memiliki waktu yang bebas untuk suami kalian. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Untuk menghindari kebosanan di dalam rumah, maka kalian haruslah menyibukkan diri. Kalian para istri bisa mengisi waktu dengan menjahit, melukis atau menulis. Apapun yang pantas dan dapat kalian lakukan. Kalianpun bisa mempersiapakan masa depan putrimu agar ia berhasil dalam kehidupan berkeluarga dimasa depannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Dahulu setiap ibu akan mempersiapkan pakaian pernikahan untuk putrinya, lakukanlah hal-hal seperti itu, karena hal itu penting. Jika anda tidak menyibukkan dirimu maka egomu akan memikirkan keinginan dan hal-hal yang buruk. Tidak ada waktu untuk menganggur dalam jalan kita. Janganlah kalian duduk menganggur tanpa guna.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-112479453654796238?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/112479453654796238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=112479453654796238' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112479453654796238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112479453654796238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/08/wanita-bekerja-diluar-rumah.html' title='Wanita Bekerja Diluar Rumah'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-112470104012518700</id><published>2005-08-22T14:51:00.000+07:00</published><updated>2005-08-22T15:57:20.160+07:00</updated><title type='text'>Mari Mulai Dari Diri Sendiri</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;color:#009900;"&gt;Matahari yang tepat berada diatas ubun-ubun, menebarkan hawa panas tanpa tedeng aling-aling.&lt;br /&gt;Keringat mulai menghiasi kening sampai ujung hidungku, membuat rambut dibalik kerudungku seolah kuyup.&lt;br /&gt;Suara klakson yang ditekan penuh amarah menambah hiruk pikuk siang itu. Emosi seolah berlomba-lomba mengangkasa.&lt;br /&gt;Bunyi peluit petugas sangat lamat terdengar diantara hardikan dan umpatan yang kerap terlontar.&lt;br /&gt;Beberapa anggota dinas perhubungan yang bertugas siang itu sungguh kewalahan menghadapi antrian angkutan kota, mobil pribadi, sepeda motor, becak dan bahkan pejalan kaki.&lt;br /&gt;Kebanyakan orang berebut mencari jalan sendiri, menganulir para petugas yang susah payah membantu mengatur untuk melancarkan lalu lintas, keegoisan seperti itulah yang justru membuat antrian kendaraan semakin panjang dan kemacetan semakin parah.&lt;br /&gt;Sungguh siang yang tidak nyaman !!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur ini memang terkenal dengan kemacetannya. Entah pagi, siang, sore bahkan malam haripun kemacetan itu seolah sudah mendarah daging di area tersebut.&lt;br /&gt;Perlahan kuparkir sepeda motor nyaris naik ke trotoar. Siang itu aku mengantar DD meliput carut marut lalu lintas disepanjang jalur citeureup - Sentul - Babakan Madang.&lt;br /&gt;Berdua kami menghampiri seorang petugas Dishub yang duduk diatas motornya dipinggir jalan.&lt;br /&gt;Wajah lelahnya dibungkus kulit yang legam bermandi peluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemacetan ini disebabkan tidak adanya terminal sehingga semua pengendara mobil dari arah sentul memutar balik kendaraannya di jalur utama. Jumlah angkot disini kurang lebih 150 buah, karuan saja jalanan menjadi macet" jelas seorang petugas Dishub.&lt;br /&gt;"Kalau begitu, berarti pembangunan sebuah terminal merupakan satu-satunya cara menanggulangi kemacetan, apakah sudah ada rencana dari pemda setempat untuk membangun sebuah terminal ?" tanyaku&lt;br /&gt;"Bukan satu-satunya cara mbak, tetapi salah satu cara. Pemda setempat memang sudah merencanakan pembangunan terminal pada tahun 2006 mendatang" jawabnya&lt;br /&gt;"Tahun 2006 ? masih lama sekali ya mas, untuk sementara ini apakah ada cara lain yang diambil dishub ?" kini giliran DD yang bertanya&lt;br /&gt;"Cara itu sudah diupayakan sejak lama. Kami membuat jalur satu arah memutari BTN, tapi sayang para sopir cuma mentaati peraturan tersebut hanya sehari dua hari saja" katanya menyerupai sebuah keluhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi yang kami tanyakan siang itu. Tapi satu yang menarik menurut aku adalah, penyebab kemacetan itu bukan hanya kendaraan yang diputar balik dijalan utama, tetapi juga ketidakdisiplinan para pengemudi angkot menaikturunkan penumpang ditengah jalan.&lt;br /&gt;Aku lihat tiga bahkan empat kendaraan yang berjejer ketengah  dari sebelah kanan jalan. Hal itu menyebabkan jalanan yang bisa dipakai untuk lalu lintas hanya satu jalur saja.&lt;br /&gt;"Kalau saya ngetem dipinggir mah atuh nggak kebagian penumpang mbak, orang yang lain semuanya pada ngetem ditengah" kata Usman seorang pengemudi asal Sanja yang sudah menekuni profesinya hampir lima tahun.&lt;br /&gt;Angkot yang dipakainya bukanlah milik pribadi, melainkan angkot setoran. Tentu dia harus bekerja keras, bersaing dengan pengemudi lain supaya bisa memenuhi setoran angkot sebanyak lima puluh ribu rupiah setiap hari. Belum lagi mencari kelebihannya untuk menghidupi anak isterinya.&lt;br /&gt;Tetapi selama setiap orang mempunyai prinsip yang sama, aku rasa masalah itu layaknya menjadi lingkaran setan yang tak berujung. Dengan begitu kelancaran lalu lintas praktis menjadi hal yang mustahil.&lt;br /&gt;Harus timbul kesadaran dari diri sendiri untuk mengubahnya, toh ketika lalu lintas lancar, para pengemudi tidak perlu mengantri sampai satu jam atau bahkan lebih untuk bisa meluncur kembali kejalan yang lengang, kenyamanan bisa dihadirkan, dan insya Allah rejekipun ikut mengalir lancar.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#009900;"&gt;Kebaikan memang harus dimulai oleh diri kita sendiri, dari hal-hal terkecil dan tidak boleh ditunda-tunda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#009900;"&gt;Aku jadi teringat tausiyah AA Gym tentan 3M :&lt;br /&gt;- Mulai dari diri sendiri&lt;br /&gt;- Mulai dari hal yang terkecil&lt;br /&gt;- Mulai hari ini&lt;br /&gt;Sungguh hal yang sederhana kelihatannya, tetapi diperlukan kemauan dan keseriusan untuk memulainya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-112470104012518700?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/112470104012518700/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=112470104012518700' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112470104012518700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112470104012518700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/08/mari-mulai-dari-diri-sendiri.html' title='Mari Mulai Dari Diri Sendiri'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-112384244841169624</id><published>2005-08-12T12:56:00.000+07:00</published><updated>2005-08-15T10:32:54.683+07:00</updated><title type='text'>Ketika Biaya Rumah Sakit Nyaris Tak Terbayar</title><content type='html'>&lt;span style="color:#009900;"&gt;Muka dan hampir seluruh bagian tubuhnya membengkak, tetapi dia masih saja mencoba tersenyum menyamarkan derita yang dirasakannya.&lt;br /&gt;"Apa yang dirasakan saat ini" tanyaku ketika mengunjunginya suatu malam di unit gawat darurat sebuah rumah sakit pemerintah.&lt;br /&gt;"Biasa-biasa aja, nggak merasakan apapun, sekarang sudah mendingan" katanya diselingi senyuman&lt;br /&gt;Aku tidak menangkap kejujuran dibalik kata-katanya.&lt;br /&gt;Jelas dia menyembunyikan deritanya, tidak mungkin dia tidak merasa sakit sedangkan hampir seluruh tubuhnya membengkak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kesehatannya buruk sekali" vonis dokter sambil merinci penyakit yang diderita ibu muda itu&lt;br /&gt;"Ibu harus dirawat inap supaya kami bisa mengobati ibu lebih intensif" sambung dokter&lt;br /&gt;Sekilas kulihat sepasang mata miliknya membeliak.&lt;br /&gt;Entah apa yang dia pikirkan saat itu, yang jelas sedetik kemudian dia dengan tegas menolak untuk dirawat dirumah sakit tersebut&lt;br /&gt;"Saya mau pulang saja dok, saya tidak merasakan sakit apapun, saya sudah hampir sembuh"&lt;br /&gt;Kontan saudara-saudara yang kebetulan saat itu mengantar menyerangnya&lt;br /&gt;"Kenapa harus pulang, kalau dokter menyarankan dirawat berarti harus dirawat !!"&lt;br /&gt;"Kamu nggak mau sembuh yah" saudara yang lain pun menimpali tak kalah judes&lt;br /&gt;"Dasar nggak bisa diatur !!" gerutu yang lainnya sengit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah....aku hanya sanggup tertegun.&lt;br /&gt;Tega sekali menyerang orang yang sedang sakit dengan kata-kata yang pedas.&lt;br /&gt;Sedih sekali rasanya membayangkan aku berada di posisi ibu muda itu. Sekuat tenaga aku menahan air mata yang sudah menganak dikelopak mataku.&lt;br /&gt;Pun demikian ibu muda itu, matanya memerah........hatinya sudah pasti patah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si ibu tentu bukanlah tidak mau dirawat, tetapi dia memikirkan dari mana rupiah harus dia dan suaminya dapatkan untuk membayar biaya rumah sakit yang pastinya tidak sedikit.&lt;br /&gt;Suaminya hanya seorang sopir truk dengan pendapatan yang minim. Uang akan mengalir masuk ke pundi-pundinya manakala dia bekerja, jika tidak dia harus mengencangkan ikat pinggang menahan lapar yang tak pernah memandang strata sosial, nggak peduli orang itu&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#009900;"&gt;punya uang atau tidak.&lt;br /&gt;Perusahaan tempatnya bekerja sama sekali tidak memberikan gaji pokok kepada karyawannya. Gaji yang diberikan hanya berupa uang jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat sebelum peristiwa penyerangan yang membuat air mata si ibu muda nyaris keluar, tanpa sengaja aku mendengar rumpian saudara yang notabene adalah kakak iparnya di luar ruangan unit gawat darurat.&lt;br /&gt;"Darimana kira-kira si fulan membayar biaya rumah sakit ?" tanya salah seorang kepada yang lain&lt;br /&gt;"Ah....sebodo amat, bukan urusan saya" timpal seorang berkerudung disampingnya&lt;br /&gt;"Gua mah nggak akan minjemin duit lagi, yang buat berobat bulan kemarin aja dia belum bayar"&lt;br /&gt;Astagfirullah.............lihatlah betapa mereka memaksa si sakit untuk dirawat, menyudutkan bahkan menyerangnya, sedangkan mereka sangatlah mafhum dia menolak dirawat karena memang tidak memiliki uang.&lt;br /&gt;Harus meminjam kemana uang sebanyak itu ? sedangkan saudara2nya yang dia andalkan sudah jelas mengatakan tidak akan meminjaminya lagi uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sudah dua bulan penyakit itu menyerangnya. Sejak pertama kali memeriksakan diri, dokter sudah menyarankan untuk rawat inap. Kala itu penyakitnya belumlah separah sekarang. Tetapi karena pertimbangan ekonomi, si ibu memutuskan untuk rawat jalan. Sayangnya seminggu terakhir si ibu tidak lagi berobat, karena uang yang dia miliki hanya cukup untuk membeli sekedar makanan pengganjal perut sehari-hari. Belum lagi anaknya semata wayang sakit dan harus berobat juga. Hari disaat dia dibawa kerumah sakit, kesehatannya memburuk. Malang nian dirimu ibu muda.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku terbawa kedalam sebuah renungan panjang.&lt;br /&gt;Berandai-andai aku yang menjadi ibu muda itu, tentulah aku tidak akan setegar dia.&lt;br /&gt;Menghadapi masalah yang tumpang tindih dengan senyuman dan kesabaran yang luar biasa.&lt;br /&gt;Sangat disayangkan, disaat sakit mendera, saudara yang dia harapkan bisa menenangkan hatinya malah menambah deretan masalah dengan memusuhinya.&lt;br /&gt;Jikalau tidak bisa menolong secara materi, kata-kata bijaksana yang menghibur pasti akan membuat semangat sang ibu muda kembali tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kukirimkan doa untuknya, semoga sakit yang dia derita menjadi penggugur dan penebus atas dosa-dosanya.&lt;br /&gt;Semoga lekas sembuh ya bu.......puteri dan suami menunggumu dengan segenap cinta dan kasih sayang, semoga menjadi penyemangat tersendiri.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-112384244841169624?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/112384244841169624/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=112384244841169624' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112384244841169624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112384244841169624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/08/ketika-biaya-rumah-sakit-nyaris-tak.html' title='Ketika Biaya Rumah Sakit Nyaris Tak Terbayar'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-112374006229875413</id><published>2005-08-11T10:17:00.000+07:00</published><updated>2005-08-12T12:46:50.690+07:00</updated><title type='text'>Sekelumit Hari-hari Baru Dede</title><content type='html'>&lt;span style="color:#009900;"&gt;"Menjadi wartawan" itu adalah jawaban DD ( panggilanku untuk adikku ) suatu ketika, waktu ditanya apa cita-citanya sekarang. Aku menganggapnya hanya iseng belaka, aku pikir ini hanya keinginan sesaat hasil dia "nyasar" kuliah di jurusan komunikasi pembangunan, Fak Peternakan - IPB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diawal perkuliahan, DD yang gagal masuk jurusan yang diinginkan yaitu jurusan meteorologi dan geofisika sempat frustasi.&lt;br /&gt;"DD nggak mau kuliah lagi, mendingan ikutan nyoba lagi tahun depan, siapa tahu bisa masuk jurusan yang DD inginkan, paling nggak masuk arsitekstur lanskap deh, biarin ikutan SPMB juga" DD berhasil masuk IPB melalui jalur USMI ( undangan seleksi masuk IPB )&lt;br /&gt;"Males banget kuliah di komunikasi, mata kuliahnya hapalan semua"&lt;br /&gt;Masih banyak lagi alasan dan omelan yang dia kemukakan setiap kali kebosanan menghinggapinya.&lt;br /&gt;Aku hanya bisa mendengarkan seraya memberi nasihat. Tetapi kadang-kadang sebel juga harus kerap kali mendengar ocehannya, kalau sudah begitu biasanya aku menyetujuinya untuk menghentikan kuliah dan mencoba kembali tahun depan, giliran DD yang melunak dan memutuskan untuk meneruskan kuliahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambat laun DD mulai menyukai hari-harinya di IPB, apalagi setelah mempelajari siaran radio &amp;amp; televisi dan tehnik fotografi.&lt;br /&gt;"Kayaknya jadi wartawan asyik lho teh, apalagi wartawan foto" katanya suatu hari.&lt;br /&gt;Mulai saat itu DD menjadi salah satu anggota club fotografi di kampus, alhamdulillah salah satu hasil karyanya pernah memenangkan lomba fotografi yang diadakan di kampus.&lt;br /&gt;Begitulah, keinginannya menjadi wartawan foto semakin menggebu mulai saat itu.&lt;br /&gt;"Sayang harga kamera yang 'layak' mahal banget !!" keluhnya, dan akupun sedih nggak bisa membantu DD mewujudkan cita-citanya kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan DD kembali tumbuh Ketika salah satu sepupu kami kuliah n kerja di Jepang.&lt;br /&gt;"Kirimin DD kamera yang bagus yah mas, jangan lupa !!! di Jepang harga kamera kan pasti lebih murah" pesannya setiap kali membalas email atau kakak sepupu itu menelepon DD.&lt;br /&gt;Sayang, harapan itu kembali memudar ketika sepupu kami pulang dari jepang dengan tangan hampa.&lt;br /&gt;Apapun alasan kakak sepupu kami, nggak mampu menghapus kesedihan DD waktu itu.&lt;br /&gt;Akhirnya......waktu membantu dia mengubur impian akan cita-citanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Tiba-tiba, empat hari yang lalu DD pulang dengan wajah sumringah sembari memberikan surat tugas dari sebuah harian di Bogor.&lt;br /&gt;Tercantum nama DD dengan jabatan wartawan di kertas itu.&lt;br /&gt;"Ini apa D" tanyaku heran&lt;br /&gt;Heran dan bingung karena sebelumnya DD sama sekali tidak pernah menceritakan dia melamar pekerjaan ke harian itu.&lt;br /&gt;"Besok DD mulai meliput" katanya kemudian, setelah menerangkan proses lamaran kerja sampai akhirnya mendapat panggilan.&lt;br /&gt;"Tapi statusnya masih wartawan magang teh, belum tentu diterima menjadi wartawan" susulnya&lt;br /&gt;"Nggak apa-apa, kalau toh nggak diterima anggap saja sebagai tambahan pengalaman, yang penting DD melakukan yang terbaik" hiburku. Dan DD pun memulai hari-hari barunya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Aku baru menyadari, ternyata DD tidak pernah benar-benar mengubur impiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama,&lt;br /&gt;Artikel yang DD buat mengenai carut marut negeri ini direvisi habis-habisan. Hampir tak ada jejak tulisan DD di artikel tersebut, lebih tepat disebut tulisan editor daripada tulisan DD&lt;br /&gt;Hal itu sempat membuat semangat DD nyaris memudar. Tetapi dia terus berusaha mencoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua,&lt;br /&gt;DD menyerahkan tiga hasil liputan sekaligus. Kali ini hasil liputannya lebih ringan, tetapi DD tidak terlalu berharap banyak dengan hasil liputan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ketiga,&lt;br /&gt;DD kembali menyerahkan tiga hasil liputan.&lt;br /&gt;Ada ketidaksengajaan yang menguntungkan DD hari itu, DD menyaksikan tabrakan antar sepeda motor. Walau agak gemetar karena takut melihat darah, DD memaksakan diri mengabadikann kejadian tersebut sambil mewawancarai beberapa orang termasuk petugas polisi.&lt;br /&gt;"DD serasa sudah jadi wartawan sungguhan" katanya penuh semangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan kedua adalah ketika melintasi sebuah jalan yang padat oleh lapak-lapak pedagang, saat itu petugas mengamankan para pedagang tersebut&lt;br /&gt;"Alhamdulillah....hari ini begitu banyak kemudahan, DD bisa meliput tanpa susah-susah mencari, DD jadi punya waktu lebih leluasa unutk belajar buat kuis nanti malam" katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari yang sama DD juga menyerahkan sebuat artikel mengenai anak jalanan, karena itu DD sempat mendapat pujian dari Pemred atas idenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi yang melengkapi kebahagian DD adalah dua hasil liputan yang diserahkan pada hari kedua dimuat hari itu. Pemred berjanji akan memuat satu tulisan lainnya pada hari Sabtu.&lt;br /&gt;Dengan kebahagiaan yang membuncah dia memberikan lembar-lembar koran itu padaku&lt;br /&gt;"Ni teh hasil liputan DD kemarin"&lt;br /&gt;"Alhamdulillah" akhirnya DD kembali menemukan semangat dan cita-citanya, walaupun bukan sebagai wartawan foto.&lt;br /&gt;Cita-cita yang terkubur hampir genap dua tahun, bahkan sekarang DD tengah menapaki tahun kedua masa perkuliahan di program ekstensi jurusan manajemen agribisnis IPB, kuliah dengan program studi yang baru adalah salah satu cara melupakan cita-citanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, seiring dengan rasa suka yang dia rasakan, tak jarang kekecewaan dia keluhkan juga padaku.&lt;br /&gt;DD pernah mengeluhkan jam kerja instansi pemerintah rata-rata baru dimulai jam sepuluh, padahal dia harus harus berpacu dengan waktu untuk mengetik hasil liputan, merevisi dengan editor dan mendiskusikan dengan pemred. Belum lagi DD harus kuliah malam harinya.&lt;br /&gt;Aku juga suka nggak tega melihat dia datang dengan muka kucel, tak sempat mandi dan berganti baju sebelum masuk kuliah.&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, setiap pagi dia bangun dengan pertanyaan yang sama&lt;br /&gt;"Hari ini meliput apa ? hari ini &lt;em&gt;hunting &lt;/em&gt;kemana ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, aku cuma bisa berdoa untuknya.&lt;br /&gt;Seandainya ini yang terbaik untuk kehidupan masa depan, agama dan dunia - akhiratnya, semoga dimudahkan segala urusannya oleh Allah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;br /&gt;Pantang menyerah ya D, sesuatu yang didapatkan dengan pengorbanan akan terasa manis jika kita berhasil mencapainya.&lt;br /&gt;Tetapi jika kali ini belum berhasil, jangan sedih dan putus asa ya D, yakinlah Allah tengah mempersiapkan episode yang lebih indah dalam hidupmu, Tentu !!! Allah selalu menebar hikmah dari setiap kejadian.&lt;br /&gt;Good luck !!!! :hugbig:, -LV&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-112374006229875413?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/112374006229875413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=112374006229875413' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112374006229875413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112374006229875413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/08/sekelumit-hari-hari-baru-dede.html' title='Sekelumit Hari-hari Baru Dede'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-112323485926300215</id><published>2005-08-05T10:57:00.000+07:00</published><updated>2005-09-12T11:19:38.900+07:00</updated><title type='text'>Cerita Yang Belum Usai</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Minggu, 31 Juli 2005&lt;br /&gt;Hari ini indah walau tak cerah. Mendung menggelayuti cakrawala sedari pagi. Tetapi apalah artinya cuaca mendung kalau hati terang benderang, jiwa menghangat karena semangat .......&lt;br /&gt;Hari ini pasti bakal jadi hari yang seru !!!! betapa tidak, janji bertemu beberapa kawan yang sudah lama tak berjumpa, plus ketemu Opep pula. Pastilah bertabur tawa seperti biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jelas mau kumpul jam berapa, tapi pagi-pagi aku sudah berkemas. Tanpa merasa perlu sarapan akhirnya berangkat tepat jam setengah delapan, setelah sebelumnya memberitahu Uni Evi untuk bertemu disuatu tempat di Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meluncur dengan sepeda motor, merasakan kesejukan pagi tanpa polusi dan kemacetan seperti biasanya. Formasipun belum berubah, DD di depan aku membonceng. Benar-benar pagi yang lengang. Tanpa kusadari kurentangkan kedua tanganku bergaya ala Kate Winslet di film Titanic yang romantis itu, gubraks.......&lt;br /&gt;Nggak pake berdiri, bisa-bisa sedetik kemudian aku terjaga di ruang ICU kalau aku nekat melakukan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku datang paling pagi, seperti biasanya, 'si rajin' ini memang jarang telat.....heuheuheu...kapan lagi bisa muji diri sendiri :-P. Uni Evi belom nampak batang hidungnya, baunya pun belumlah tercium. Teteh masih bingung mau ngumpul ke 'kafe melati' atau berdebar hati menunggu di rumahnya di Cisalopa Indah. Uni Ivat entah kemana. Dihubungi di rumah dan ponselnya, tetap nggak ada jawaban.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#009900;"&gt;Yo wis lah.....aku nyantai aja dulu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulu...bulu....nggak lama si mungil Oneng muncul.&lt;br /&gt;"Wita, kangeeeen"&lt;br /&gt;"Samaaaa"&lt;br /&gt;Trus si kaos merah pun menghampiri.....opep !!! dengan topi putih untuk menyamarkan penampilannya. "Am I dreaming ??????"&lt;br /&gt;Plook.....pipiku ditabok DD.........ternyata aku masih hidup, hehehe&lt;br /&gt;Menyusul Jeng, Son dan Kemben&lt;br /&gt;Ckk..ckk.....mereka masih saja heboh seperti dulu, cuma sekarang Son agak pendiem, ada apakah gerangan ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olahraga mulut sesi pertamapun dimulai, menunya adalah tauge goreng plus teh manis. Khusus untuk Opep Uni Ivat menyajikan udang pedes kesukaannya. Sementara Opep makan hadirin cuma bisa ketawa ketiwi, padahal pasti mereka berjuang mati-matian menahan air liur yang kadang-kadang kurang sopan supaya tidak meluncur keluar tanpa basa basi. Hiks...kok kita nggak ditawarin makan juga siiy.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warso Farm, kebun yang sejuk penghasil durian monthong adalah tujuan kami selanjutnya. Berjejal-jejal dalam mobil kijang tanpa ayah, ibu, adik, kakak, om, tante, kakek, nenek pun mobil itu sudah penuh sesak, karena pasukan kami tepat berjumlah sepuluh orang. Kami berangkat dengan gembira walau tanpa menyanyikan lagu sorak sorak bergembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Warso Farm benar-benar tempat yang menyenangkan !! Durian yang ditanam teratur, diselingin buah-buahan dan sayuran lain, tanaman pagar dikanan kiri jalan, aneka satwa, masih banyak lagi yang bisa melupakan aku sama durian syndrome. Saung yang asri dan karpet berbunga yang bersih pun digelar. Berlatar belakang Gunung Salak, saung yang didirikan diatas kolam dengan pancuran buatan, menambah nyaman pertemuan siang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari sebelumnya Son dan Jeng ulang tahun, kamipun merayakannya dengan kue tart lapis keju buatan teteh yang sudah pasti enak. Pada saat yang sama durian-durian yang kata mereka nikmat itu dibelah. Dagingnya tebal, warnanya kuning mentega, rasanya lezat dan legit, tapi tetap saja tidak mengundang seleraku walau sedikit saja. Mencium baunyapun sudah pusing, akhirnya aku memilih bermain tenis meja melawan pekerja perkebunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas menyantap durian, sesi photo, jalan-jalanpun dilanjutkan, kali ini menuju tempat tujuan terakhir, yaitu rumah teteh yang pondasi pertamanya didirikan pada tahun 1818. Bising lalu lintas kendaraan menuju Sukabumi tidak mengganggu kenyamanan kami. Derai tawa kami yang tiada henti bahkan mengalahkan suara bising itu.&lt;br /&gt;Hari itu Opep tampak gembira sekali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#009900;"&gt;NB : Sesuai judul, cerita ini belum selesai. Entah kenapa tiba-tiba kata2 yang sudah ada dikepala raib entah kemana. Biarlah ini tetap menjadi cerita yang belum selesai............karena pada kenyataanya dalam kehidupan kita banyak cerita yang belum selesai, bahkan setelah kita meninggal sekalipun.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#009900;"&gt;Semoga kita bisa meninggalkan cerita yang baik, kalau kita meninggal nanti....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#009900;"&gt;Neng...oneng, jikalau dirimu membaca blog ini, daku minta photo2 kita yang dikamera opep dunk, pas disaung itu, daku kan nggak sempet mengabadikannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#009900;"&gt;pliiisssss............&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-112323485926300215?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/112323485926300215/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=112323485926300215' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112323485926300215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112323485926300215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/08/cerita-yang-belum-usai.html' title='Cerita Yang Belum Usai'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-112263024764607613</id><published>2005-07-29T15:58:00.000+07:00</published><updated>2005-07-29T17:44:13.816+07:00</updated><title type='text'>Karena Cinta Tak Pernah Sederhana</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1089/980/1600/pangandaran21rx.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1089/980/400/pangandaran21rx.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Angin berhembus tak lepas memeluk tubuh kami petang itu. Sejauh mata memandang, laut hanyalah hamparan keemasan semata. Mentari merayap lambat seolah enggan meninggalkan mayapada, memantulkan semburat indah dipermukaan laut. Kupandangi wajah alam, menarik nafas jauh kedalam seolah ingin menyerap semua kedamaian yang ditawarkan sore itu.&lt;br /&gt;Beralaskan pasir hangat di pantai Cipatujah, Tasik Malaya, kota kecil nan asri, kami berebahan seraya menelaah langit, seolah tak ingin kehilangan sedetikpun saat-saat mentari hilang keperaduannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#009900;"&gt;“Mbak sudah delapan tahun memendam rasa ini Nissa, Kamu bisa bayangkan betapa tersiksanya bathin mbak” nafasnya terdengar berat, seolah memberi penjelasan seberat apa beban hidup yang kini ditanggungnya&lt;br /&gt;“Dia teman Ferdi tunangan mbak, bukan sekedar teman, malahan lebih pantas kalau dibilang karib” lanjutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak menyela sedikitpun, menjadi pendengar setia, kayaknya itulah yang dia butuhkan saat ini.&lt;br /&gt;“Mbak bertunangan dengan Ferdi ketika masih kuliah tingkat 3, Ferdi datang dari keluarga berkecukupan, shaleh dan sangat tampan”&lt;br /&gt;“Mbak Ima beruntung sekali” selaku&lt;br /&gt;“Ya….,menurut sebagian orang memang demikian, tapi tidak menurut mbak. Wajah tampan, dada bidang dan tubuh atletisnya tak mampu membuat geletar-geletar indah itu”&lt;br /&gt;“Tapi kan mbak Ima bisa berusaha menyukai keshalehannya” protesku cepat&lt;br /&gt;“Jangan beranggapan Mbak nggak pernah berusaha melakukannya Nissa, Mbak sudah berusaha lebih dari lima tahun, namun desiran itu tak kunjung hadir” aku menangkap nada putus asa dari kalimat terakhirnya.&lt;br /&gt;“Lantas, kenapa Mbak memaksa diri untuk menerima pertunangan itu ?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#009900;"&gt;”Karena keluarga, alasan yang naif memang, tapi begitulah adanya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hening sesaat, hanya desah nafas dan kepak burung camar terbang rendah melintasi kepala.&lt;br /&gt;“Mbak mengenal Ryan nyaris bersamaan dengan mbak mengenal Ferdi, Keduanya sama-sama aktif mengikuti kegiatan kemahasiswaan. Tak ada yang menarik dari Ryan secara fisik. Dalam segala hal Ferdi lebih unggul dibandingkan Ryan. &lt;br /&gt;Cinta hadir menembus dan menafikan segalanya,strata sosial bukan lagi perenggang, penampilan fisik bukan rujukan utama.&lt;br /&gt;Pernah sekali waktu kami mengunjungi rumah Ryan yang sederhana sebuah kota kecil. Mbak berboncengan dengan Ferdi, sedangkan Ryan mengendarai motor bututnya, sendirian. Ingin sekali mbak loncat dan berpindah ke boncengan Ryan. Hal seperti itu sering kali terjadi. Ketika Ferdi datang mengunjungi mbak disetiap akhir pekan, mbak hanya bisa mencuri-curi pandang ke arah Ryan yang selalu saja mengantarkan Ferdi.&lt;br /&gt;“Kenapa bisa seperti itu mbak” tanyaku penasaran&lt;br /&gt;“Cinta bekerja diluar batas-batas logika Nissa, dia datang tiba-tiba. Kenapa pastinya mbak mencintai Ryan, mbak juga nggak tahu. Perasaan itu begitu tulus, indah walau lebih sering menyiksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hgghhh.....nafas itu kembali terhebus berat.&lt;br /&gt;“Sekian lama mbak menekan dan membunuh perasaan cinta itu, bahkan ketika Mbak dan Ferdi memutuskan untuk menyudahi pertunangan kami setelah lima tahun berjalan, namun perasaan cinta itu semakin menggila dari hari kehari”.&lt;br /&gt;“Mbak pernah berusaha mengungkapkan perasaan mbak sama Ryan”&lt;br /&gt;“Belum pernah, keberanian mbak tidak sebesar itu”&lt;br /&gt;“Aneh !!!!” keluhku&lt;br /&gt;“Ya....memang aneh, karena cinta tak pernah sederhana” kilahnya seraya tersenyum dipaksakan.&lt;br /&gt;“Pernah beberapa sahabat mbak mau membantu menyatukan kami, tapi usaha itu tidak pernah mbak setujui. Biarlah mbak merasakan cinta ini dalam hati saja. Merasakan debaran lembut, merinduinya setiap saat memberikan sensasi keindahan walaupun bersamaan dengan itu air mata selalu keluar tak terbendung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kini mbak sudah melupakan Ryan”&lt;br /&gt;Aku menatapnya penuh selidik, mencari kepastian di bola matanya, namun sia-sia gelap telah menyelimuti kami sedari tadi. Ah..... biarlah, tak perlu rasanya aku mencari tahu, kalaupun Mbak Ima mendustai hatinya, kuanggap itu sebagai usahanya untuk melupakan masa lalunya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#009900;"&gt;"Mudah-mudahan kepergian mbak ke Australia akhir bulan ini bukan sekedar pelarian" desahku akhirnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#009900;"&gt;"Tentu tidak, mbak akan segera menyelesaikan program doktor disana, supaya bisa segera kembali ke tanah air, begitu banyak kenangan manis disini, pasti mbak akan sangat merindukan kalian" kudengar suaranya ditekan menahan tangisan yang menggumpal ditenggorokan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#009900;"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami mengencani sisa malam dalam diam, memanjakan angan masing-masing yang mengembara menelusuri lorong-lorong terkecil perjalanan waktu.&lt;br /&gt;Dalam hati aku bersyukur, paling tidak aku tidak memiliki problema cinta serumit Mbak Ima.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#009900;"&gt;Mbak Ima, aku berdoa untuk seorang pangeran impian yang akan menjemputmu, segera.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#009900;"&gt;NB : RP pinjem photonya yah :-) :-D&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#009900;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-112263024764607613?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/112263024764607613/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=112263024764607613' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112263024764607613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112263024764607613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/07/karena-cinta-tak-pernah-sederhana.html' title='Karena Cinta Tak Pernah Sederhana'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-112261366180128916</id><published>2005-07-29T09:25:00.000+07:00</published><updated>2005-07-29T12:07:41.826+07:00</updated><title type='text'>Pelajaran Hari Ini</title><content type='html'>&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Brrrgghhhhhh&lt;/span&gt;.................&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pagi ini kesabaranku teruji&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Komputerku nggak di-shut down sama temen. Padahal sebelum pulang aku dah shut down properly. Sudah ditutup dan dirapikan seperti biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekesalanku nggak cukup sampai disitu. Pensilku yang 'buruk rupa' nggak tentu bentuk pun raib dari laci.&lt;br /&gt;Fiuh........siapa seh yang berani buka2 laci setelah aku pulang.&lt;br /&gt;Memang nggak ada barang berharga di laci itu, tapi itu kan 'wilayah rahasia', nggak seharusnya seseorang dengan mudah membuka dan mengambil sesuatu sekehendak hatinya, sementara&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;aku pemilik 'laci ajaib' itu sudah nggak ada di tempat kerja.&lt;br /&gt;Aku menyebutnya 'laci ajaib', karena dilaci itu tersimpan banyak hal yang nggak ingin orang lain tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bikin aku kesel banget, ini bukan kejadian pertama, sudah berulang-ulang sampai aku lupa ini kali keberapa. Dan pelakunya tetap orang yang sama. Orang yang ketika aku menanyakan kepadanya langsung dimanakah gerangan dia membuang pensil kesayanganku, dia cuma bilang 'aku nggak ngambil', orang yang ketika ditanya apakah dia yang memakai komputerku setelah aku pulang dia cuma bilang 'aku nggak pakai komputer itu'&lt;br /&gt;untung dua temanku yang lain ngeliat dia yang nyalain komputer setelah aku nggak ada.&lt;br /&gt;Wew......dan dia cuma tersenyum bodoh ketika sadar dirinya nggak bisa mengelak dari tuduhan berbukti dari aku dan teman2........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Sebenarnya aku nggak keberatan siapapun meminjam pensilku, tapi maunya sih  jangan seenaknya .......kembalikan lagi ditempatnya, jangan dipakai trus ditaruh dimana saja sesuka hati.&lt;br /&gt;Pun komputerku, siapapun yang mau pakai nggak masalah, emang bukan punya aku kok :-P tapi tolong rawat dunk sebagaimana aku merawatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Hmmm....mulai sekarang aku harus lebih berhati-hati, paling tida mengunci laci sebelum pulang, supaya kejadian serupa nggak terulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-112261366180128916?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/112261366180128916/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=112261366180128916' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112261366180128916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112261366180128916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/07/pelajaran-hari-ini.html' title='Pelajaran Hari Ini'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-112245184745166075</id><published>2005-07-27T12:04:00.000+07:00</published><updated>2005-07-27T15:34:01.006+07:00</updated><title type='text'>Bersabarlah Saudariku</title><content type='html'>&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar (Al-Baqarah [2]: 153 ). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Untaian kalam Illahi itu kutemukan halaman depan sebuah buku yang kau hadiahkan di hari ulang tahunku beberapa bulan yang lalu.&lt;br /&gt;Sudah seringkali aku membacanya, puluhan kali, bahkan lebih.&lt;br /&gt;Tapi ketika membaca kembali ayat-ayat yang kau tulis dengan tangan indahmu, sungguh sebuah pengingat yang menyejukkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Kala itu, aku tersaruk kedalam sebuah masalah yang tak mudah buatku. Sebuah proses yang kuharapkan sekali berhasil dan berujung di istana bahagia terpaksa harus kuhentikan. pedih, karena proses itu kubangun atas nama cinta dan kasih sayang. Kepedihan yang sungguh tiada terlukis kata. Begitulah....entah kegagalan kali keberapa yang aku alami saat itu.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku, membuka kembali lembaran itu dimasa lalu, serta merta menguatkanku. Berteman kesabaran, bersahabat dengan shalat dan khusyu akhirnya tidak ada masalah yang sulit dalam hidup. Jikalau Allah menjadi tujuan utama kita, maka kebahagiaan adalah akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Saudariku yang kucintai karena Allah,&lt;br /&gt;Kini sebuah masalah menjebak kehidupanmu. Menyeretmu ketempat-tempat terasing yang sarat air mata. Sesuatu yang sangat kau dambakan akhirnya hilang, bahkan ketika semuanya nyaris nyata. Aku melihat jelas kesedihan selalu menggelayuti bola matamu. Susah payah kau sembunyikan dibalik ceria palsumu, namun mata adalah jendela jiwa, tak ada yang bisa kau sembunyikan dariku, paling tidak lewat bening matamu, aku tahu betapa dasyatnya kepedihan itu.&lt;br /&gt;Maka saudariku, kucoba mengingatkan kembali ayat-ayat cinta dari Illahi yang pernah kau hadiahkan kepadaku waktu itu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar (Al-Baqarah [2]: 153 ).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Saudariku yang dirahmati Allah,&lt;br /&gt;Masalah yang menderamu kini memang bukan perkara yang mudah, tapi bukankah Allah yang maha kasih telah berjanji dalam firman-Nya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Bersabarlah saudariku, masalah apapun yang menimpa kita bukan tidak mungkin sebagai ujian atas tingkat keimanan kita. Janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya orang yang berputus asa akan rahmat Allah adalah orang kafir, naudzubillah……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu ada hikmah yang Allah tebarkan disetiap kejadian. Meskipun kita harus bersusah payah menyingkapnya, seperti biasa…………..&lt;br /&gt;Berbaiksangkalah kepada-Nya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui (Al-Baqarah [2]:216 )&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;em&gt;Life must go on&lt;/em&gt;, kita tidak bisa serta merta menghentikan detik demi detik jam dari kehidupan kita kala pedih itu datang, semau kita. Tapi kita harus bersabar menaklukkan kepedihan itu, hingga dia bosan dan pergi meninggalkan kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Mari kita berbenah saudariku, segala cobaan dan kepedihan yang kerap datang biarlah menjadi kereta kencana yang kelak mengantarkan kita kepada kebahagiaan yang hakiki. Biarlah hanya Allah yang menjadi tujuan kita, karena Allah ada beserta orang-orang yang sabar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal ( At-Taubah : 129 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Wallahu a'lam bishawab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Buat saudariku, I luv u coz Allah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-112245184745166075?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/112245184745166075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=112245184745166075' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112245184745166075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112245184745166075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/07/bersabarlah-saudariku.html' title='Bersabarlah Saudariku'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-112184064736041547</id><published>2005-07-20T12:25:00.000+07:00</published><updated>2005-07-20T15:42:14.043+07:00</updated><title type='text'>Wanita Tangguh</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1089/980/1600/44665_wallpaper110.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1089/980/320/44665_wallpaper110.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siti Hasanah, begitulah kedua orangtuanya menamainya, nama yang indah.&lt;br /&gt;Tetapi entah kenapa keluarganya memanggilnya Yuli, bukan Siti atau Hasanah atau penggalan dari nama aslinya.&lt;br /&gt;Tapi sudahlah, tak perlu kita panjang lebar membahas namanya, bukankan ada sebagian orang yang tidak memperdulikan nama "&lt;em&gt;apalah arti sebuah nama&lt;/em&gt;" ujar sang pujangga William Shakespere&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang terlalu istimewa dari penampilannya. Dia sederhana dan biasa-biasa saja meskipun dilahirkan dan dibesarkan ditengah keluarga yang berkecukupan. Seperti seharusnya seorang muslimah berbusana, alhamdulillah dia telah mengenakan jilbab semenjak masih berseragam putih biru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuli lahir di Lembang, sebuah tempat yang indah dan sejuk. Rumahnya hanya berjarak beberapa meter saja dari kampus UPI. Kini dia tinggal di Bogor dan kuliah di IPB. Kesejukan tidak hanya ditemui di tempat kelahirannya tetapi juga di wajahnya. Yuli yang manis selalu menghiasi wajahnya dengan senyuman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada nilai lebih yang membuat Yuli berbeda dan saya menempatkannya lebih tinggi diatas teman-teman sebayanya.&lt;br /&gt;Semangat dan kesederhanaannya, ya.... saya mengagumi sifatnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu kali dia kerumah kost saya, menjemput adik saya yang kebetulan sekelas dengan dia. Ketika mengantarkannya sampai ke jalan raya, saya sempat kaget. Ternyata dia membawa kendaraan besar berwarna putih, walaupun warnanya sudah tidak layak disebut putih lagi. Mitsubishi L 300....sebuah kendaraan yang rasanya tidak biasa dibawa oleh seorang perempuan.&lt;br /&gt;Sudah sering kali teman sekelasnya mencemooh dia, "mau narik ke Sukabumi ya Yul" kebetulan mobil umum di Bogor yang biasa melayani trayek Bogor - Sukabumi memang jenis Mitshubishi L 300.&lt;br /&gt;"Awas mogok Yul, repot nanti kalau kita harus mendorongnya"&lt;br /&gt;"Daripada bawa mobil butut begini mendingan jalan kaki aja deh Yul"&lt;br /&gt;Masih sering lagi cemoohan seperti itu dilontarkan kepada Yuli, hampir sama seringnya dengan teman-teman sekelasnya 'nebeng' mobil butut itu.&lt;br /&gt;Tapi apakah yang dilakukan Yuli menghadapi semua itu ? Tersenyum.....Yuli manis selalu membalasnya dengan senyuman. Subhanallah.....&lt;br /&gt;Kadang-kadang saya heran dan berfikir, dari apakah gerangan terbuat hatinya yang bersih itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1089/980/1600/l300mb.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1089/980/400/l300mb.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu kakaknya menghadiahinya sebuah mobil. Ketika ditanya mobil apakah yang dia inginkan, dia menjawab tegas "mobil box"&lt;br /&gt;"Saya bisa membantu Kakak mengantarkan catering dengan mobil box ini, pasti banyak orang yang mau memakai jasa mobil kita nanti, saya bisa memakai uang yang dihasilkan untuk menutupi biaya hidup saya sehari-hari tanpa harus membebani Kakak" jelasnya ketika ditanya alasannya.&lt;br /&gt;"Untuk apa bergaya yang macem-macem sementara itu semua bukan jerih payah saya, saya tidak perlu bergaya, motor yang Kakak belikan tahun lalu juga sudah lebih dari cukup untuk sarana transportasi saya" terangnya ketika Kakaknya menyarankan membeli mobil yang lebih 'layak'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil sudah sebulan lebih mobil box itu mengakrabinya. Setiap pagi dan sore dia mengantarkan catering ke sebuah pabrik besar di wilayah Bogor, tanpa ada yang memaksanya melakukan hal itu.&lt;br /&gt;Minggu lalu bahkan dia menerima sebuah &lt;em&gt;order&lt;/em&gt; untuk mengantarkan barang berupa polybag ke sebuah garment di Bandung.&lt;br /&gt;Terlihat sekali dia menikmati kegiatannya itu, walaupun tak jarang dia harus lelah menahan kantuk disela jam kuliahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Begitulah Yuli.....benar-benar mengaggumkan. Semboyan "&lt;em&gt;biar tekor asal kesohor&lt;/em&gt;" yang seringkali menjebak kehidupan kawula muda jaman sekarang sama sekali tidak saya temukan dalam dirinya.&lt;br /&gt;Teman-teman dekatnya memanggilnya &lt;em&gt;wanita tangguh&lt;/em&gt;, bukan tanpa alasan, menurut saya panggilan itu cocok untuknya.&lt;br /&gt;Darinya saya belajar banyak, tentang semangat, tentang kesederhanaan, tentang keuletan.....tentang banyak hal.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-112184064736041547?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/112184064736041547/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=112184064736041547' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112184064736041547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112184064736041547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/07/wanita-tangguh.html' title='Wanita Tangguh'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-112046646491481966</id><published>2005-07-04T14:52:00.000+07:00</published><updated>2005-07-04T15:54:17.376+07:00</updated><title type='text'>Bertemu Bunda Helvy, Akhirnya.............:-)</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1089/980/1600/aku%20n%20bunda%20helvy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1089/980/320/aku%20n%20bunda%20helvy.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, akhirnya aku ketemu juga sama Bunda Faiz ( Helvy Riana Rossa ) di Pesta Buku Jakarta, Gelora Bung Karno, hari Sabtu, 2 Juli 2005. Selama ini tahu Bunda hanya dari tulisan-tulisannya, MP, blog dan beberapa cerpennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda ternyata ramah banget, bibirnya selalu menyunggingkan senyuman.&lt;br /&gt;Keramahan bunda sempat membuat aku speechless.......zaaap....kata2 dan aneka pertanyaan yang mau aku ucapkan raib seketika.&lt;br /&gt;Aku cuma sempat bicara&lt;br /&gt;"Bunda, saya birunya langit"&lt;br /&gt;"Oooooo MP-ers juga ya" balas Bunda ramah&lt;br /&gt;"Adik Faiz mana Bunda?"&lt;br /&gt;"Nggak ikut dik, dia kecapean"&lt;br /&gt;Sayang waktu itu bunda menjadi salah satu pembicara di Stand Mizan, jadi aku tidak punya banyak waktu untuk ngobrol dengannya.&lt;br /&gt;"Saya duduk dulu ya" &lt;br /&gt;"Iya bunda, terima kasih banyak"&lt;br /&gt;Hiks....pertemuan singkatpun harus berakhir.&lt;br /&gt;Masih aku rasakan hangat tangan Bunda ketika menjabat tangan ini erat.&lt;br /&gt;Masih aku rasakan pelukan bunda.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan Bunda selama ini selalu menginspirasi aku&lt;br /&gt;Tulisannya selalu sarat makna, aku banyak belajar dari darinya.&lt;br /&gt;Untuk jadi penulis seperti dia ? wah....rasanya kemungkinannya kecil sekali, setidaknya sekarang aku sudah terbiasa membuat catatan harian. Mudah-mudahan dengan begitu lambat laun kemampuan menulisku terasah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kagum tidak hanya sama tulisan bunda, tetapi juga keramahan dan penghargaannya kepada pengaggumnya.&lt;br /&gt;balasan atau komentar di multiply yang sering aku dan teman2 multiply lain dapatkan adalah salah satu buktinya, wah &lt;strong&gt;Helvy Tiana Rossa &lt;/strong&gt;gitu lho.....dia masih sempet membaca dan memberi komentar untuk tulisan2 orang lain.&lt;br /&gt;Terkadang suka heran..........bagaimana bisa Bunda dengan segala kesibukannya masih juga sempat mengunjungi multiply yang menjadi contact-nya dan memberikan komentar atau balasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Bunda, &lt;br /&gt;Semoga suatu saat Allah memperkenankan kita bertemu kembali, dalam suasana yang lebih santai, supaya aku punya waktu lebih banyak untuk bertanya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1089/980/1600/uni%20ivat%20n%20bunda%20helvy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1089/980/320/uni%20ivat%20n%20bunda%20helvy.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-112046646491481966?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/112046646491481966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=112046646491481966' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112046646491481966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112046646491481966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/07/bertemu-bunda-helvy-akhirnya.html' title='Bertemu Bunda Helvy, Akhirnya.............:-)'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-112045681295176234</id><published>2005-07-04T12:04:00.000+07:00</published><updated>2005-07-04T14:51:22.580+07:00</updated><title type='text'>Ke Book Fair Lagii.....................</title><content type='html'>&lt;span style="color:#006600;"&gt;Sabtu, 2 Juli 2005 akhirnya aku n Uni Evi ke Book Fair lagi. Berangkat dari Bogor jam 8 pagi.....weks... emang kite pada rajin hueheheh.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1089/980/1600/hmhm....kok%20bajunya%20seragam%20ya.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1089/980/200/hmhm....kok%20bajunya%20seragam%20ya.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sodara2 ternyata baju yang aku kenakan sama dengan Uni Evi.....wadoh.......jadi kaya grup kasidah deh kita :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai Gelora Bung Karno jam sepuluh, muter2 bentar, akhirnya "ngetem" di stand Gramedia.&lt;br /&gt;Membeli beberapa buku.............oh iya, aku nemu bacaanku waktu esde.&lt;br /&gt;'Lima Sekawan".....huah.... seneng banget, sampai2 aku duduk deket rak buku, nyari2 serial 'Lima Sekawan" yang belum aku miliki.&lt;br /&gt;Akhirnya beli satu, judulnya &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Minggat&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Puas baca2 di Gramedia perburuan dilanjutkan ke stand Serambi. Setelah membeli salah satu karya Dan Brown akhirnya kami memutuskan tuk istirahat sejenak.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1089/980/1600/musuhan.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1089/980/200/musuhan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebenernya hari ini janjian ma Uni Ivat juga. Hmmmm...........tapi mana dia ya ?&lt;br /&gt;Uh sebel...........dia baru datang jam 14.00. "Macet" katanya.&lt;br /&gt;Untung aku beli buku lima sekawan, jadi sambil nunggu Uni Ivat datang, aku berpetualang dulu ke Pulau Kirrin, menelusuri setiap ruangan yang ada di Puri antik dan masuk ke ruangan bawah tanahnya. Uni Ivat datang ketika tiba2 Julian dan kawan2 bertemu dengan seorang penculik anak kecil..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1089/980/1600/2%20uni%20berkumpul.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1089/980/200/2%20uni%20berkumpul.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berkumpullah dua uni yang cerewet itu, kalo mereka berdua ngumpul kupingku sakiiiiiiit.....mereka ngomong tiada henti huehehehe......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas belanja, ikutan bedah buku, ngisi kuis, makan, akhirnya kita memutuskan untuk pulang.....aku pulang, tanpa dendam ......ngaco dot com....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-112045681295176234?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/112045681295176234/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=112045681295176234' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112045681295176234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112045681295176234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/07/ke-book-fair-lagii.html' title='Ke Book Fair Lagii.....................'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-112011234515953376</id><published>2005-06-30T13:17:00.000+07:00</published><updated>2005-07-01T10:50:43.020+07:00</updated><title type='text'>Nasi Goreng Kecap, Menu Spesial Di Hari Sabtu</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1089/980/1600/nasiGorengOriental.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1089/980/320/nasiGorengOriental.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Hari Sabtu biasanya menjadi hari yang sangat saya tunggu kehadirannya.&lt;br /&gt;Setelah enam hari berkutat dengan pekerjaan dan kesibukan yang itu itu saja, biasanya hari Sabtu dan Minggu saya manfaatkan sebaik-baiknya untuk melakukan hobi yang lama terlupakan, membaca buku, mengunjungi saudara atau sekedar membersihkan dan menata kembali rumah kost saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu, saya pun melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;Mengawali pagi hari dengan shalat subuh, melakukan sedikit gerakan olah raga, rasanya sudah cukup segar dan bersemangat menjalani hari Sabtu yang cerah dengan aneka rencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak ada rencana yang spesial, hanya janji mengantar seorang teman untuk mencari buku di Gramedia ba'da dzuhur. Sebelum jam keberangkatan, saya jadwalkan untuk mencuci baju yang sudah menumpuk di pojokan, membereskan dan menata kembali letak baju dalam lemari, itupun jika waktunya masih memungkinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana pertama sudah selesai saya kerjakan, setumpuk cucian sudah berpindah ke jemuran di depan rumah. Baju dalam lemari pun sudah tertata kembali dengan rapi. Waktu itu jam baru menunjukkan pukul 11.00, "masih ada waktu untuk membersihkan lantai, menguras bak mandi dan pekerjaan lainnya" pikir saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena terdorong untuk segera menyelesaikan pekerjaan rumah, saya baru teringat ternyata dari pagi belum sarapan.&lt;br /&gt;"Masak nasi goreng ah" bathin saya&lt;br /&gt;Malas rasanya harus keluar rumah mencari sarapan pagi disaat hari sudah tidak pagi lagi, musti ganti baju, pake kerudung...........ribet !!!&lt;br /&gt;Bakso, ampela, sosis, telur, sedikit kol dan tomat, cuma itu lauk dan sayuran yang saya temukan setelah mengobrak-abrik isi kulkas. Masih ada sedikit nasi yang tersisa di magic jar.&lt;br /&gt;Cukup lengkaplah untuk membuat nasi goreng sarapan alakadarnya hari itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Saya pun memulai kegiatan yang sebenarnya diluar jadwal. MEMASAK !!!!&lt;br /&gt;Bergaya ala super chef dari hotel berbintang, saya mulai mengakrabi cabe merah, bawang merah, bawang putih dan bumbu-bumbu lainnya, diulek dengan mengerahkan kekuatan penuh, supaya bumbunya cepat halus.&lt;br /&gt;Menyalakan kompor, memanaskan sedikit minyak goreng, acara memasakpun dimulai, sambil tak henti saya membayangkan nasi goreng yang lezat.....untung nggak sampai ngiler :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasi goreng hampir selesai, melengkapinya dengan kecap adalah proses terakhir.&lt;br /&gt;Dengan penuh semangat, berlomba-lomba dengan rasa lapar, sayapun menuangkan kecap.&lt;br /&gt;Tapi tiba-tiba...wuuuuzzzzzzz......tutup botol kecap terlepas dan kecappun tumpah ke wajan hampir setengah botol...........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ihiks....saya cuma bisa memandang nanar nasi goreng dengan segenap perasaan sedih, lapar, sebel, kesal, bercampur aduk menjadi satu.&lt;br /&gt;Nasi goreng spesial pun siap menjadi santapan tempat sampah atau tikus got, tergantung saya membuangnya kemana.....&lt;br /&gt;Berkali-kali saya menelan air liur, berharap rasanya menyerupai nasi goreng, tapi air liur tetap saja air liur....hambar !!!!&lt;br /&gt;Mata saya menatap tempat sampah yang seolah-olah tertawa penuh kemenangan..."wew....lo yang masak gue yang dapet" cibirnya. Aku semakin kesal, belum lagi harus menenangkan cacing dalam perut yang terlanjur melonjak-lonjak kegirangan mencium wangi nasi goreng, semenit yang lalu lonjakan kegirangannya berubah menjadi aksi demo....&lt;br /&gt;"Mana jatah gueeeee........laper neeeeeeeeeeh"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya cuma bisa terduduk lemas, tanpa membersihkan tangan akhirnya tertidur, sambil membawa angan dan harapan bermimpi dijamu dalam satu pesta di istana raja dan melupakan janji siang itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib.............nasib.............&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-112011234515953376?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/112011234515953376/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=112011234515953376' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112011234515953376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112011234515953376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/06/nasi-goreng-kecap-menu-spesial-di-hari.html' title='Nasi Goreng Kecap, Menu Spesial Di Hari Sabtu'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-112011221346398531</id><published>2005-06-30T13:12:00.000+07:00</published><updated>2005-07-01T11:13:57.336+07:00</updated><title type='text'>Si Manis Dalam Kenangan</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1089/980/1600/kucing.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1089/980/320/kucing.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar, saya dan adik mempunyai seekor kucing. Kucing yang manis, kulitnya putih bersih, matanya tajam dan indah, sangat lincah dan menyenangkan. Kami berdua sepakat memberi nama kucing tersebut Manis.&lt;br /&gt;Si manis adalah kucing betina, kami mendapatkannya dari seorang kerabat ketika usianya baru beberapa hari. Secara bergantian saya dan adik memberinya makan dan memandikannya setiap hari. Demi kucing kesayangan itu kami rela memancing ikan di kolam untuk makanan si Manis, biasanya saya melakukan kegiatan itu sepulang sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manis beranjak dewasa dan mulai sering bermain ke rumah tetangga yang kebetulan mempunyai kucing jantan. Selang tak berapa lama si Manis mengandung buah cintanya dengan kucing tetangga. Kami semakin menyayangi si Manis, sudah terbayang rumah kami kelak ramai oleh kucing kecil yang lucu-lucu, walaupun dengan begitu tugas harian saya dan adik juga bertambah berat. Tapi itu semua tidak mengurangi kebahagiaan kami sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah saatnya Manis melahirkan. Ternyata jumlah anaknya tiga ekor. Alhamdulillah....kami berdua senang sekali menyambutnya pun ayah dan ibu.&lt;br /&gt;Hari demi hari kami mulai disibukkan oleh ketiga '&lt;/span&gt;&lt;a href="http://home.ripway.com/2004-12/217774/cat_0093.jpg%20/"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;anak si Manis&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;, dan perhatian kami kepada si Manispun mulai berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manis mulai jarang pulang, entah karena dia menyadari bahwa dia tidak lagi disayang dan diperhatikan seperti dulu atau karena ingin selalu dekat kekasihnya si jantan milik tetangga. Kami tidak menyadari perubahan itu, atau lebih tepatnya kurang mempedulikan karena terlalu gembira memelihara dan merawat ketiga anak si Manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore sepulang dari kolam saya dan adik menemukan si Manis terbujur kaku disamping kandang ayam. Adik yang waktu itu usianya belum genap empat tahun menggendong dan mencium bulu-bulu si Manis, kelihatannya dia rindu sekali pada si Manis yang sudah lama tidak datang ke rumah kami. Tak ada reaksi sedikitpun dari si Manis.&lt;br /&gt;"Teh, kenapa si Manis tidur terus", Lama-lama adik bertanya penuh keheranan&lt;br /&gt;"Kok badannya dingin dan kaku ya teh", Lanjutnya.&lt;br /&gt;"Manis sudah mati dik" bisik saya seraya menyembunyikan air mata.&lt;br /&gt;Kontan saja adik menangis meraung-raung mendengar penjelasan dari saya. Dia menangis berjam-jam sampai teman-teman sebayanya berkumpul. Tangisnya mulai mereda ketika Ayah mengusulkan untuk menguburkan si Manis.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Sedih sekaligus lucu mengingat proses penguburan si Manis. Masih terekam dalam ingatan, saya merelakan kain putih bahan seragam sekolah untuk membalut tubuh mungil si Manis.&lt;br /&gt;kami memakamkan si Manis seperti layaknya memakamkan manusia. Ayah membimbing adik dan teman-temanya untuk bershalawat, "si Manis teman adik juga, makanya kita kubur dia seperti manusia" begitu penjelasan Ayah waktu itu. Terlalu berlebihan mungkin, tapi karenanya dukapun sedikit demi sedikit hilang, terganti oleh rasa senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang perasaan bersalah dan menyesal karena tidak merawat si Manis dengan baik menjelang akhir hidupnya, suka muncul tiba-tiba. "Sudahlah, semua mahluk yang bernyawa pasti mati, begitupun dengan si Manis" hibur Ayah setiap kali saya atau adik menangis mengenang si Manis.&lt;br /&gt;"Kalau adik dan teteh benar-benar sayang sama si Manis, rawatlah anak-anaknya dengan baik" Kalau sudah mendengar nasihat seperti itu biasanya tangis kami mulai reda berganti dengan rasa syukur karena memiliki keturunan si manis yang lucu-lucu. Kamipun selalu merawat dan  memelihara ketiganya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Uni Ivat.........semoga Koenil kucing kesayangan Unie matanya cepat sembuh&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-112011221346398531?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/112011221346398531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=112011221346398531' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112011221346398531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112011221346398531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/06/si-manis-dalam-kenangan.html' title='Si Manis Dalam Kenangan'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-112011185111345658</id><published>2005-06-30T13:07:00.000+07:00</published><updated>2005-07-01T11:07:49.696+07:00</updated><title type='text'>Pertemuan Dengan Beberapa Penulis Dari FLP</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1089/980/1600/napa%20seh%20aku%20kebagian%20%27nyempil%27%20mulu...huhuhu3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1089/980/320/napa%20seh%20aku%20kebagian%20%27nyempil%27%20mulu...huhuhu3.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Sabtu, 25 Juni 2006&lt;br /&gt;Jam sudah menunjukkan pukul 17.00 ketika rombongan kecil kami ( aku, Uni Ivat n Uni Evi ) sampai di Gelora Bung Karno. Hugh......nyesel banget nggak bisa ikutan acara diskusi penulisan live bersama Pak Jonru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya sudah merencanakan pergi ke sana pagi-pagi, tapi tidak bisa karena saya harus menghadiri undangan makan siang bersama supplier siang itu. Makan siang baru dimulai jam 12.00 molor sampai satu setengan jam. Sebel, kenapa sih banyak orang yang tidak lagi menghargai waktu !!!!!!........"maaf, jalanan macet sekali siang ini" kata seseorang yang kami tunggu, dengan wajah yang tanpa dosa. "wooi....enak banget, saya harus melewatkan pelajaran berarti siang ini, kapan lagi saya bisa berdiskusi dengan penulis yang saya kagumi" bathin saya sewot. Akhirnya saya menumpahkan dendam pada makanan, syabu2, yakiniku, funch fruit, bahkan sampai rujakpun saya santap dengan lahap, hehehe ini sih karena kemaruk, bukan karena marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melewati pintu masuk ruang pameran, mata saya tertuju pada segerombolan pengunjung. Sebenarnya banyak sekali pengunjung yang bergerombol mengerumuni stand yang ada, tetapi gerombolan yang satu ini menarik perhatian saya. Nggg.....kayaknya salah satu wajahnya saya kenali . "Pak Jonru !!!!! ya itu pasti pak Jonru"&lt;br /&gt;Sayangnya saya tidak berani menyapanya, Pak Jonru dan rombongan kelihatan sangat asyik, tertawa dan bercanda, saya takut dia terganggu dengan sapaan saya *ngeles mode on*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum puas melihat-lihat stand yang ada, waktu sudah menunjukkan pukul 17.45, saatnya shalat Maghrib, akhirnya kami memutuskan untuk shalat dulu. Rombongan saya bertambah satu orang, Kak Abi......alhamdulillah jadi ada bodyguardnya, kalau ada apa-apa ada yang jagain, makasih K Abi.....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Acara selanjutnya adalah mengikuti launching buku Milad FLP terbitan Gema Insani, yang berlangsung di ruang Anggrek. Ruangan masih lengang, belum banyak pengunjung ketika rombongan kecil saya sampai. Lagi-lagi saya melihat Pak Jonru dan lagi-lagi saya nggak berani menyapa, alasan kali ini adalah.....barisan ikhwan dan akhwat dipisah, rasanya kurang sopan kalau saya harus menghampiri Pak Jonru di barisan ikhwan *lagi-lagi mode ngeles di-onkan* :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Asma Nadia, itu kan Mbak Asma Nadia" Uni Ivat tiba-tiba mengagetkan saya. Benar saja, ketika pandangan saya alihkan ke pintu masuk, Mbak Asma Nada dengan busana berwarna cokelat dengan Variasi warna oranye di tangannya dipadu rok cokelat dan kerudung warna senada dengan motif oranye, penampilannya dipermanis dengan tas berwarna hitam .&lt;br /&gt;"Subhanallah.....dia cantik banget !"&lt;br /&gt;Sejenak dia membagikan senyuman kepada orang yang hadir di ruangan itu&lt;br /&gt;"Lihat Wit orang terkenal tuh kelihatan, ada auranya"&lt;br /&gt;Hehehe Uni Ivat ada-ada saja, tapi mungkin ada benarnya juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uni Ivat memang ngefans sekali sama Mbak Asma Nadia, padahal baru membaca satu kumpulan cerpennya yang berjudul Cinta Laki-laki Biasa.&lt;br /&gt;Bulan Lalu, Pada acara Islamic Book Fair yang diselenggarakan di gedung alumni IPB - Bogor, Uni sempat kalap membaca buku dan kumpulan cerpen karya Mbak Asma Nadia, walaupun nggak ada satupun yang dia beli :D&lt;br /&gt;"Tanggung bulan nih Wit, kocek ane dah kosong" kilahnya ketika saya menyarankan untuk membeli dulu sebagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Acarapun dimulai, seru, asyik, heboh.........apalagi di pandu oleh Boim Lebon yang terkenal kocak. Fauzhil Adhim, Pipit Senja, Laura Khalida, Irfan Hidayatullah, Boim Lebon, Jonru, Arul Khan dan masih banyak lagi penulis lain bisa saya temui malam itu. Alhamdulillah.......bisa melihat wajah-wajah penulis yang saya kagumi, walaupun tidak sempat berbicara langsung, tak apa....melihat wajah merekapun saya sudah bahagia sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu dua jam seakan berjalan terlalu cepat. Uni Ivat yang sempat tertidur saat acara, kelihatan sangat bersemangat ketika acara telah usai. Entah kemana rasa kantuknya menguap.&lt;br /&gt;"Wit, aku mau foto sama Mbak Asma"&lt;br /&gt;"Buku kamu mana Wit" sambungnya menanyakan buku Ketika Cinta Menemukanmu yang sengaja aku bawa untuk ditandatangani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mbak Asma, boleh saya foto bareng Mbak ?" sapa saya&lt;br /&gt;"Oh...tentu saja, mari" Mbak Ama membalas ramah......&lt;br /&gt;Waaah....senang sekali rasanya bisa berfoto bareng dengan orang yang saya kagumi.&lt;br /&gt;Mbak Asma tak henti melemparkan senyuman setiap kali blitz kamera yang saya bawa menyala. Dia juga melayani permintaan tanda tangan satu demi satu, tanpa rasa lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Uni Ivat menanyakan salah satu cerpennya, Hanya perlu jawaban singkat sebenarnya, tapi Mbak Asma menjelaskan panjang lebar tanpa diminta. Hmmmm benar-benar pribadi yang menyenangkan. Pintar, cantik, ramah, dan shalihah.&lt;br /&gt;Kamipun pamit setelah sebelumnya menanyakan kabar Bunda Helvy....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam beranjak larut, kamipun pulang dengan senyuman puas.&lt;br /&gt;Benar-benar malam yang menyenangkan, bisa bertemu beberapa orang penulis sekaligus hanya dengan mengikuti satu acara. Sayang kesempatan kali ini belum bisa ketemu Bunda Faiz, mudah-mudahan lain kali keberuntungan berpihak pada saya.&lt;br /&gt;Mbak Asma Nadia dan penulis lainnya, FLP, Aceh, semuanya menjadi topik bahasan kami selama perjalanan pulang.&lt;br /&gt;"Itulah penulis, satu pertanyaan singkat saja jawabannya bisa dibuat satu cerpen" kata Uni Ivat&lt;br /&gt;"Kamu tuh kurang bawel, jadi kemungkinan jadi penulis sedikit sekali" candanya&lt;br /&gt;"Ah bukankan kita bisa berlatih" bathin saya menghibur diri sendiri.&lt;br /&gt;Saya memang tidak seperti Uni Ivat dan Uni Evi yang karyanya kerap dimuat di harian, walaupun itu masih harian lokal. Baru-baru ini saja saya jatuh cinta sama fiksi, walaupun belum bisa menghasilkan karya satupun ( jangankan bikin sebuah karya, nulis satu barispun mikirnya satu jam :D ) tapi mudah-mudahan dengan belajar, suatu saat saya bisa seperti mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Mbak Asma Nadia.........&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-112011185111345658?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/112011185111345658/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=112011185111345658' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112011185111345658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/112011185111345658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/06/pertemuan-dengan-beberapa-penulis-dari.html' title='Pertemuan Dengan Beberapa Penulis Dari FLP'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-111942461009710135</id><published>2005-06-22T12:44:00.000+07:00</published><updated>2005-06-22T14:16:50.103+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Tanya</title><content type='html'>&lt;span style="color:#006600;"&gt;Ketika aku terjebak dalam gelap&lt;br /&gt;Kau  menghadiahi aku langit&lt;br /&gt;Memberi hiasan pada langitku&lt;br /&gt;Dengan mentari, bulan, bintang dan pelangi&lt;br /&gt;Yang datang silih berganti&lt;br /&gt;Bahkan kau selalu memberiku cahaya kunang2&lt;br /&gt;Ketika jubah malam menutupi senja&lt;br /&gt;Disaat bulan dan bintang enggan keluar&lt;br /&gt;Dari peraduannya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Kau membuat langitku tak hanya berwarna&lt;br /&gt;Tapi juga memberikan kehangatan&lt;br /&gt;Yang kau titipkan lewat mentari&lt;br /&gt;Mega, burung dan seisi angkasa&lt;br /&gt;Menyanyikan kidung-kidung cinta untuk kita&lt;br /&gt;Dengan caranya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun pasrah dirangkummu&lt;br /&gt;Tempat kulabuhkan berjuta asa&lt;br /&gt;Kutitipkan angan dan cita&lt;br /&gt;Tuk kita perjuangkan jadi nyata&lt;br /&gt;Satu demi satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kini.....&lt;br /&gt;Langit hatiku tak lagi indah&lt;br /&gt;Cahaya mentari tak lagi hangat&lt;br /&gt;Lelah.......&lt;br /&gt;Aku lelah menguak makna dibalik diammu&lt;br /&gt;Kau menyesatkanku di hamparan tanya&lt;br /&gt;Masihkah aku dibutuhkan ?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-111942461009710135?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/111942461009710135/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=111942461009710135' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111942461009710135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111942461009710135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/06/sebuah-tanya.html' title='Sebuah Tanya'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-111941681595479618</id><published>2005-06-22T12:02:00.000+07:00</published><updated>2005-06-22T12:06:55.960+07:00</updated><title type='text'>Kecelakaan Kecil</title><content type='html'>&lt;span style="color:#006600;"&gt;Malam belum terlalu larut ketika adikku pulang kuliah, tidak seperti biasanya.&lt;br /&gt;Adikku yang mengambil kuliah malam di sebuah universitas negeri di Bogor biasanya baru sampai di rumah lewat tengah malam. Memang jarak antara rumah kost kami di cibinong dengan kampus diwilayah Baranang Siang terbilang jauh dengan waktu tempuh sekitar setengah jam  bersepeda motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pulang kerja saya sudah memeriksa isi kulkas, ternyata persediaan buah sudah habis. Sebenarnya kios buah bisa ditemukan dengan mudah dan letaknya tidak jauh dari rumah kost, tapi untuk jalan sendiri dan membelinya malas juga.&lt;br /&gt;"Mendingan nungguin adik saja" pikir saya. Kebetulan adik pulang cepat, akhirnya kami berdua memutuskan untuk membeli buah malam itu juga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Sepeda motor meluncur perlahan, adik yang mengendarai dan saya membonceng di belakang.&lt;br /&gt;Lalu lintas tidak terlalu ramai, walaupun rata-rata kendaraan dipacu kencang dan ketidakdisiplinan sopir angkot menghentikan kendaraan seenaknya ditengah jalan tetap saja menyebabkan lalu lintas sedikit macet.&lt;br /&gt;Saya bergegas menuju sebuah toko serba ada, memilih beberapa jenis buah yang diinginkan dan membayarnya tergesa, karena toko sudah hampir tutup.&lt;br /&gt;Kamipun pulang, adik mengendarai sepeda motor lebih pelan dibandingkan ketika berangkat, tidak mempedulikan kendaraan lain yang kencang melintasi kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamipun sampai di satu-satunya lampu merah yang kami lewati, yang jaraknya hanya beberapa meter dari rumah kost kami. Waktu itu lampu pengatur lalu lintas mati, sebagian pengendara mobil dan sepeda motor menerobos dan menyeberang, bisa dimaklumi karena jam sudah menunjukkan pukul sembilan lewat,  mungkin para pengendara itu ingin segera sampai kerumah dan beristirahat sestelah lelah seharian bekerja.&lt;br /&gt;"Hati-hati dik", Saya mengingatkan&lt;br /&gt;Adikpun menjalankan sepeda motornya lebih hati-hati. Tiba-tiba dari arah berlawanan sebuah sepeda motor berwarna biru meluncur dengan kecepatan tinggi, dengan menyisakan sedikit sekali ruang untuk sepeda motor kami. Dalam waktu yang sama sebuah mobil sedan menyalip kami dari arah kiri. Adik kehilangan kendali, sedan hitam menyerempet sepeda motor kami,&lt;br /&gt;kami berdua terjatuh. Sepeda motor kami diamankan oleh ojeg yang kebetulan banyak mangkal di sekitar lampu merah.&lt;br /&gt;Alhamdulillah tidak ada yang terluka........Kami mempersilahkan pengendara sedan melanjutkan kembali perjalanannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kecelakaan kecil pertama setelah peristiwa "terjun" dari sepeda motor bulan lalu,  mudah-mudahan tidak terulang lagi.&lt;br /&gt;Ternyata kita berjalan dijalur kita saja tidak cukup, dituntut untuk lebih berhati-hati, kerjasama dan saling menghormati antar semua pemakai jalan raya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-111941681595479618?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/111941681595479618/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=111941681595479618' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111941681595479618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111941681595479618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/06/kecelakaan-kecil.html' title='Kecelakaan Kecil'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-111822290678168044</id><published>2005-06-08T16:27:00.000+07:00</published><updated>2005-06-09T11:12:57.556+07:00</updated><title type='text'>Ketika Rasa Takut Terkalahkan</title><content type='html'>&lt;span style="color:#006600;"&gt;Sejak kecelakaan kecil yang menimpa saya beberapa waktu lalu, saya nggak pernah lagi punya keberanian untuk mengendarai sepeda motor.&lt;br /&gt;Trauma, walaupun kecelakaan itu tidak berakibat fatal, tetapi setiap kali saya mencoba mengendarai sepeda motor kesayangan, bayangan ketakutan selalu saja menghimpit.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Sampai minggu lalu, saya harus mengantar adik mengunjungi teman kuliahnya.&lt;br /&gt;Kami diterima dalam suasana hangat oleh kakak beradik, kehangatan mereka membuat kami seolah berada di rumah kerabat dekat, terlebih karena mereka berasal dari Bandung, kota yang pernah saya tinggali semasa kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan demi obrolan mengalir ringan seolah tanpa jeda, hidangan pun silih berganti mengisi meja. Entah siapa yang memulai, kecelakaan yang menimpa saya dan rasa trauma yang menjadi akibatnya menjadi bahasan kami selanjutnya.&lt;br /&gt;Tiba-tiba A Iwan kakak Yuli teman adikku mengambil kunci motor yang tergeletak di meja.&lt;br /&gt;“Saya pengen ngerasain di bonceng sama Wita” katanya seraya keluar ruang tamu&lt;br /&gt;Tentu saja saya kaget. Ketakutan mulai merayapi pikiran saya, lutut saya bergetar dan tangan saya membasah karena keringat.&lt;br /&gt;“Jangan A, saya nggak berani” kilah saya&lt;br /&gt;Tapi rupanya mereka bertiga : adikku, Iwan dan Yuli seolah bersekongkol memaksa saya untuk menuruti kemauan Iwan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Karuan saja pikiran saya semakin kalang kabut.&lt;br /&gt;“Jangan pernah mau diperbudak oleh perasaan takut, taklukan rasa takut itu, pasti kamu bisa” A Iwan setengah menceramahi saya.&lt;br /&gt;“Kamu pikir orang yang sukses nggak pernah ngerasain gagal ? Pasti tak terhitung berapa kali Valentino Rossi terjatuh dari motornya, tapi toh dia nggak pernah menyerah, coba ketika pertama kali jatuh dia menyerah, pasti dia nggak bakal jadi juara GP 500 seperti sekarang ini”&lt;br /&gt;Benar juga, pikir saya&lt;br /&gt;Akhirnya saya menuruti keinginan mereka, mengendarai sepeda motor mengelilingi perumahan, walaupun ketika pertama kali dibantu oleh A Iwan, tapi akhirnya saya bisa kembali merasakan nikmatnya mengendarai motor seperti sebelumnya, tanpa rasa takut dan trauma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, Alhamdulillah berkat bantuan mereka keberanian menang atas ketakutan.&lt;br /&gt;Jangan pernah merasa takut atau putus asa, karena ketika perasaan itu menjadi pemenang, banyak sekali prestasi, potensi dan kreativitas yang akan terbunuh karenanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-111822290678168044?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/111822290678168044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=111822290678168044' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111822290678168044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111822290678168044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/06/ketika-rasa-takut-terkalahkan.html' title='Ketika Rasa Takut Terkalahkan'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-111822279225245182</id><published>2005-06-08T16:22:00.000+07:00</published><updated>2005-06-08T16:26:32.256+07:00</updated><title type='text'>Catatan Harian Disela Hujan</title><content type='html'>&lt;span style="color:#006600;"&gt;Dear Diary,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam beranjak larut ketika kutuliskan keluh kesah ini. Kesunyian yang mengungkungku dalam kebimbangan yang panjang. Hening diary......malam ini mencekam.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak kuputar kembali memori jauh ke belakang. Ketika pertama kali aku mengenalnya sebagai seorang teman. Dia baik, taat, smart, dewasa, sederet kelebihannya tak mungkin aku sebutkan satu demi satu. Keramahannya membuatku menempatkan dia sebagai salah satu karibku. Aku menyambutnya dengan riang ketika suatu saat dia menawarkan diri untuk sekedar ngobrol dan bertukar pikiran dengannya, wawasannya yang luas membuatku betah berlama-lama berdiskusi, walaupun hanya dijembatani oleh email dan SMS.&lt;br /&gt;Begitulah diary, semuanya terjadi, mengalir sederhana dan apa adanya, sampai suatu saat kami bertemu. Pertemuan semakin merekatkan kami dalam hubungan yang manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerap kutangkap pendar hangat dari kedua bola matanya ketika tanpa sengaja&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt; kami &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;bertatapan. Mata hangat itulah yang kurindukan kemudian.&lt;br /&gt;Mungkin inilah yang orang jawa bilang ‘witing tresno jalaran soko kulino’, perlahan tapi pasti bunga-bunga indah mewangi menghiasi seluruh sudut hatiku, tanpa terlewatkan.&lt;br /&gt;Aku merasa ada sesuatu yang kurang kalau sehari saja tidak menerima email atau SMS darinya. Saat merinduinya adalah saat terindah sekaligus menyiksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan yang lalu dia pergi diary,&lt;br /&gt;Tiba-tiba…….dia hanya meninggalkan pesan singkat dalam sebuah email ‘aku pergi untuk kembali’&lt;br /&gt;Tahukan apa yang aku rasakan saat itu ? Perih….perih sekali.... tak ada rasa sakit yang menyamainya.. Hatiku merah berlumur darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diary,&lt;br /&gt;Hujan baru saja turun dikotaku. Rinainya luruh satu-satu membasahi tanah kering. Pernah kutitipkan syair rindu kepadanya melalui debu, tapi kini debu itu terhempaskan, tergeletak tak berdaya ditanah becek.&lt;br /&gt;Ah diary…..aku tahu pesanku belum sempat tersampaikan&lt;br /&gt;Rasa rindu ini kian lama kian menyiksa. Aku tak kuasa lagi menahannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah diary……&lt;br /&gt;Seandainya aku boleh memilih, aku tidak mau jatuh cinta…………..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;NB : sekedar catatan hati&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-111822279225245182?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/111822279225245182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=111822279225245182' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111822279225245182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111822279225245182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/06/catatan-harian-disela-hujan.html' title='Catatan Harian Disela Hujan'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-111743557115209487</id><published>2005-05-30T13:42:00.000+07:00</published><updated>2005-05-30T13:46:11.153+07:00</updated><title type='text'>Kisah Sedih di Hari Minggu</title><content type='html'>&lt;span style="color:#009900;"&gt;Kisah sedih di hari minggu :D.....kayak judul sinetron, tapi begitulah adanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Di hari Minggu yang sama, tapi waktu yang berbeda, Satu episode bahagia aku lalui dengan mulus, sampai akhirnya sepulang jalan2 sore itu..........&lt;br /&gt;“Teh, beli makanan gih….laper nih” DD merengek&lt;br /&gt;“Anter dunk, nggak berani sendiri ah, jalanannya rusak banget”&lt;br /&gt;“Sendiri aja deh.....DD lagi males”&lt;br /&gt;Akhirnya terpaksa aku mengendarai motorku sendiri, mencari kue2 untuk menemani aku, DD n keluarga bibiku ngobrol malam nanti.&lt;br /&gt;Semuanya berjalan lancar, kuletakkan kantung plastik berisi makanan di stang sebelah kiri. Jalan perkampungan tempat bibiku tinggal memang rusak parah.&lt;br /&gt;Dari&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt; arah berlawanan samar kulihat dua orang anak kecil berboncengan dalam satu sepeda.&lt;br /&gt;Sampailah aku di turunan jalan yang kondisinya benar2 parah, aspal yang seharusnya jadi perekat jalan hilang, entah terkikis air, atau aspalnya memang tipis, entah kenapa, yang jelas hanya pasir dan kerikil yang tertinggal, dua orang anak kecil bersepeda semakin dekat denganku.&lt;br /&gt;Sedikit oleng dan berjalan zig zag, mungkin karena kecapean harus mengerahkan tenaga tambahan untuk mengayuh sepeda dengan membonceng temannya di belakang.&lt;br /&gt;Aku tiba2 kehilangan konsentrasi, sepeda motor aku rem mendadak, pasir dan kerikil berhamburan dan....braakghkk............... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Akupun jatuh dari kursi roda....dari motor deng, hiks.....sakit banget euy.......rasanya pengen banget nangis, tapi malyuuuuuu.........&lt;br /&gt;Akhirnya daku duduk di pinggir jalan sambil nunggu team 911 dateng....hehehe......&lt;br /&gt;Dan sodara2....hari ini daku kerja dengan terpincang2, psst....nggak mandi pula. Cuman dilap doang, untung nggak ada yang tau...................&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-111743557115209487?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/111743557115209487/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=111743557115209487' title='27 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111743557115209487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111743557115209487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/05/kisah-sedih-di-hari-minggu.html' title='Kisah Sedih di Hari Minggu'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>27</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-111743528095462519</id><published>2005-05-30T13:38:00.000+07:00</published><updated>2005-06-09T12:18:58.886+07:00</updated><title type='text'>Sore yang Indah</title><content type='html'>&lt;span style="color:#009900;"&gt;Hari beranjak siang ketika kejenuhan menyelimutiku. Minggu yang cerah, walaupun tak banyak yang aku lakukan dari tadi pagi, aku hanya bercengkerama dengan sepupu kecilku yang lucu2, walau lama kelamaan bosan dan jenuh juga.&lt;br /&gt;Terlalu sayang rasanya melalui sisa hari yang cerah ini hanya dengan tidur2an.&lt;br /&gt;Andai saja buku kumpulan cerpen “Ketika Cinta Menemukanmu” karya Helvy Tiana Rosa dkk nggak ketinggalan di kios, mungkin hari ini aku bisa membenamkan diri dalam bacaan n nggak akan sejenuh ini. Tapi sudahlah……..aku toh bisa menikmati hari ini dengan cara yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Pelan kukeluarkan sepeda motor dari ruang tengah. Belum ada rencana jelas akan pergi kemana, sekedar jalan2.....menikmati udara sejuk sore ini. Setengah memaksa aku bangunkan DD yang pulas dan sepupuku Anjani untuk menemaniku.&lt;br /&gt;Sepeda motor meluncur perlahan, menyusuri perkampungan yang masih asri. Pohon merimbun di kanan kiri jalan, pegunungan berdiri kokoh, bunga ilalang menawarkan aroma yang khas, sungguh indahnya. Jalanan kecil yang mulus berkelok kadang menanjak, kadang turun dengan terjal melengkapi kesempurnaan perkampungan nan perawan. Sayangnya pengendara mobil dan sepeda motor yang terkadang ugal-ugalan mewajibkan kita untuk ekstra hati2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak kuhentikan sepeda motor, meluangkan waktu lebih leluasa menikmati kekuasaan Illahi, subhanallah..............benar2 alam yang indah.&lt;br /&gt;Aku bahkan baru tahu ada perkampungan seindah itu nggak jauh dari tempat bibiku tinggal. Hari beranjak senja, samar raungan sepeda motor yang dikendarai kencang menari2 di gendang telinga. Kami pulang dengan senyuman, seraya berbisik.........tunggulah, suatu saat insya Allah kami kembali lagi ................ &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-111743528095462519?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/111743528095462519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=111743528095462519' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111743528095462519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111743528095462519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/05/sore-yang-indah.html' title='Sore yang Indah'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-111743490930433388</id><published>2005-05-30T10:57:00.000+07:00</published><updated>2005-05-30T13:35:09.330+07:00</updated><title type='text'>Akhir pekan bersama Uni Ivat</title><content type='html'>&lt;span style="color:#009900;"&gt;Sabtu ini aku gagal lagi bikin SIM, aku telat dateng ke POLRESTA. SEBEL !!!!!!&lt;br /&gt;Ternyata kalau sabtu pembuatan SIM hanya dilayani setengah hari, sedangkan sampai jam sebelas siang itu, antriannya cukup panjang.&lt;br /&gt;Seorang kenalan berjanji mau membantuku Senin pagi, waaah......keburu nggak nafsu lagi deh bikin SIM-nya.&lt;br /&gt;Sementara ini kucing2an lagi deh ma polisi, lagian pst…jangan bilang2 ya….seseorang sudah memberiku jadwal patroli polisi untuk wilayah Bogor, jadi lumayan membantu aku untuk menghindari mereka…..hehehe……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai urusan di POLRESTA, rasanya sayang kalau langsung pulang ke Cibinong. Akhirnya nurut aja ketika Uni Ivat mengajakku ke warnet. Sampai di warnet bingung juga, Myquran situs kesayanganku bandwithnya dah limit n nggak bisa diakses sementara sampai awal bulan, akhirnya aku cuma bantuin Uni Ivat bikin blog baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari masih belum terlalu sore, Kebetulan aku berdua Uni sama2 lagi nggak shalat, jadi kami bisa bebas pergi kemanapun tanpa takut terlewat waktu shalat.&lt;br /&gt;Toko buku Gunung Agung adalah tempat tujuan kami berikutnya. Akhirnya kubeli satu kumpulan cerpen kaya Herlvy Tiana Rosa DKK dari Forum Lingkar Pena, Uni Ivat lebih memilih Cinta Laki-laki Biasa.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari sabtu yang menyenangkan, seperti biasa jalan2 berdua Uni Ivat selalu sarat cerita.&lt;br /&gt;Kamipun berpisah di pintu Pangrango Plaza.............&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-111743490930433388?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/111743490930433388/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=111743490930433388' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111743490930433388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111743490930433388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/05/akhir-pekan-bersama-uni-ivat.html' title='Akhir pekan bersama Uni Ivat'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-111561657033849577</id><published>2005-05-09T10:32:00.000+07:00</published><updated>2005-05-09T17:18:29.130+07:00</updated><title type='text'>Siang Itu di Tanah Abang</title><content type='html'>&lt;span style="color:#006600;"&gt;Sabtu, 7 Mei 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memulai pagi ini dengan bismillah.....mengantarkanku melewati pintu rumah kontrakan dengan hati tenang.&lt;br /&gt;Hari ini dah janjian ama Uni Ivat mo ke tanah abang, males juga sebenernya....dah kebayang aja suasana jakarta yang panas, sibuk, egois.....belum lagi harus desak2an di kereta&lt;br /&gt;whuaaaaaaaaah.......Tapi harus beli tas untuk ngisi toko, nggak apa2 deh......berbekal doa semoga perjalanan hari ini menyenangkan, aku n DD bergegas menuju stasiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah......kereta nggak penuh sesak seperti biasanya, semua orang bisa duduk santai di gerbong yang kutumpangi, kami ( aku, DD n uni ivat ) sempet sarapan dengan santai di kereta.&lt;br /&gt;Selesai sarapan aku menyibukkan diri dengan sebuah buku, uni Ivat dan Dd ngobrolin film yang ditonton semalem. Tanpa terasa......Depok, UI, Pasar Minggu, Tanjung Barat, Manggarai.....entah sudah berapa stasiun yang aku lalui, akhirnya kami sampai ke akhir tujuan : Stasiun Kota. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Sesampainya di stasiun kota kami berganti kendaraan dengan mikrolet menuju Tanah Abang. Tak banyak yang menarik untuk dibicarakan dalam perjalanan, teriknya mentari, bau limbah, debu yang beterbangan, asap polusi menjadi teman yang setia mengiringi perjalanan kami sampai Tanah Abang. Uni Ivat sang aktivis green peace sibuk dengan "ocehannya" seperti biasa. "Wit, coba sepanjang jalan ini ditanami pepohonan, sampah plastik nggak dibuang sembarangan, warga Jakarta sedikit berdisiplin, pasti bumi Jakarta nggak sepanas ini, bau limbah nggak akan menyengat seperti sekarang...bla...bla...bla....uni sibuk dengan ocehannya seperti biasa, aku pura2 ngedengerin, padahal nggak hahaha.....tapi salut untuk uniku yang satu ini, waktu dikereta aku makan permen, trus dengan cueknya buang bungkus permen ke lantai kereta, uni yang asyik ngobrol disampingku langsung melotot n ngomel, "Wita, bisa nggak sih bungkus permennya kamu taro di tas, kalo nemu tempat sampah baru kamu buang, ayolah Wit...mulai hal kecil dari diri kamu sendiri, ingat plastik bisa diurai tanah setelah sekian bulan ( hehehe berapa bulan ya....aku lupa) " dengan rasa malu akhirnya aku pungut kembali bungkus permen itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Tanpa terasa akhirnya sampai juga kami ke Tanah Abang, pagi ini indah walau nggak begitu nyaman, sampai akhirnya seorang pemuda tanggung memakai kaos dan celana pendek mendekati kami, kayaknya usianya belum sampai 25 tahun.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;"Mbak, saya minta uang untuk membeli nasi"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Merasa nggak ada yang merespon pemuda itu mengancam kami, "Saya nggak bisa jamin keselamatan mbak, hati-hati aja" matanya liar menyimpan kemarahan.......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Pemuda yang masih gagah dan segar-bugar meminta uang untuk membeli nasi ? "inikah Jakarta ? banyak orang yang mencari nafkah dengan cara paksa, menjual kemalangan dirinya hanya untuk sesuap nasi, padahal diluar sana banyak sekali yang bisa dia lakukan untuk mencari pekerjaan dengan cara halal,..........ah mungkin inilah realita hidup," bathinku mengakhiri pergolakan dalam pikiranku. Tak sempat mengambil dompet Uni Ivat menarik tanganku, rupanya dia melihat pisau tersembul dari balik celana pendek pemuda tadi. Masih dalam bingung aku mengikuti langkah kaki Uni dan DD.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;"Pemuda itu membawa pisau, kita harus hati-hati" Uni Ivat mengakhiri kebingunganku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Kami berjalan diantara mobil yang diparkir padat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;"Mbak lewat sini aja, nanti belok kiri" salah seorang dari segerombolan pemuda yang berkumpul di samping tempat parkir memberitahukan arah yang harus ditempuh kepada kami. Tanpa pikir panjang kami berjalan menuju arah tersebut, namun tiba-tiba mataku menangkap pemuda pertama yang meminta uang, serentak kami memutar arah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;"Kok malah lewat sini sih mbak, emang mbak mau kemana, saya kan dah bilang tadi, lewat sana juga bisa" pemuda yang menunjukkan arah jalan pada kami sebelumnya kembali berbicara dengan nada sedikit marah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;"Mau lewat sini aja mas, kayaknya lebih dekat" kilahku, tapi hatiku sebenernya bertanya-tanya, kenapa dia marah seperti itu ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Kamipun berjalan agak cepat, karena sadar pemuda pertama mengikuti kami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;"Kita lawan aja Wit, walaupun karateku dah lama nggak dipraktekan tapi untuk melawan satu pria saja insya Allah bisa" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;"Uni jangan ngaco deh......yang ngikutin kita memang cuman satu orang, tapi yang pemuda yang duduk bergerombol dekat tempat parkir itu, terus yang memperhatikan kita terus di dekat warung, ditambah yang pura-pura mengingatkan kita harus hati-hati karena banyak copet, aku rasa mereka semua berkomplot, mereka semua mencurigakan" kataku menenangkan Uni Ivat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Lelah main kucing-kucingaan dengan pemuda tadi, akhirnya kami berhenti di depan sebuah toko.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;"Ada apa mbak" seorang penjual menyapa kami, "Kok kayaknya mbak ketakutan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;"Ada yang ngikutin kami mas, seorang pemuda berkaos batik dan bercelana pendek" kataku menerangkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;"Yang mana ?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;"Tadi dia bersembunyi dibelakang toko punya mas"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;"Mbak tunggu disini aja, hindari tempat sepi"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Kami menunggu di depan toko itu agak lama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;"Mbak mau nggak saya anter" serempak kami bertiga menyambut dengan anggukan dan senyuman. "Tawaran yang ditunggu dari tadi" bathinku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Mas pedagang itu menghampiri temannya dan melakukan rapat kecil-kecilan untuk menyusun strategi. Kita ajak mereka turun tangga dan menuju tempat yang ramai untuk memancing pemuda itu, setelah pemuda itu turun baru kita antar mereka lewat belakang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;"Mbak mau pulang kemana?" kata seorang pedagang diakhir rapat mereka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;"Bogor mas....."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;"Mbak mau ke Slipi atau mau balik ke Bogor naik kereta ?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke Bogor naik bis melalui Slipi untuk menghindari pengejaran pemuda tadi. Pedagang tadi disertai seorang temannya mengantar kami sampai ke pintu mikrolet.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;"Terima kasih masih mas, entah apa jadinya kalau mas dan teman-teman nggak nolongin kami, sekali lagi makasih"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;"sudahlah mbak....sama-sama, mbak hati-hati ya, semoga sampai di Bogor dengan selamat"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Seperti doa dari pedagang di Tanah Abang kamipun sampai di rumah dengan selamat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Alhamdulillah Allah mengirimkan manusia-manusia berhati emas untuk menolong kami, walaupun sebelumnya aku sempat mendengar kekhawatiran yang diungkapkan salah satu pedagang kepada temannya. "Kamu berani nggak ?" saya rasa karena menolong kami, jiwa mereka juga terancam....wallahu'alam, semoga Allah melindungi mereka bertiga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Kami mendapat pelajaran berharga siang itu..............setelah petolongan Allah yang demikian dekat, mengapa begitu banyak nikmat Allah yang aku dustakan ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Astagfirullah..........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Semoga Allah senantiasa mengirimkan manusia-manusia berhati malaikat untuk melindungiku, semoga negeri ini bertambah makmur sehingga pencopet, penjambret dkk bisa segera berkurang, semoga pemuda yang mengikuti kami berikut komplotannya mendapat hidayah dan kembali kedalam hangatnya pelukan islam dan iman, amiiiin...........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-111561657033849577?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/111561657033849577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=111561657033849577' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111561657033849577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111561657033849577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/05/siang-itu-di-tanah-abang.html' title='Siang Itu di Tanah Abang'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-111528162056723540</id><published>2005-05-05T15:08:00.000+07:00</published><updated>2005-05-06T13:11:02.156+07:00</updated><title type='text'>Selamat Jalan Kenangan</title><content type='html'>&lt;span style="COLOR: rgb(0,153,0)"&gt;Ciiiiit....suara kendaraan yang direm paksa memecah kesunyian jalan raya di depan rumahku. Praaaak...bruuuummm.....suara susulannya mengagetkanku.&lt;/span&gt; &lt;span style="COLOR: rgb(0,153,0)"&gt;"Inalillahi, kecelakaan lagi" bathinku.&lt;/span&gt; &lt;span style="COLOR: rgb(0,153,0)"&gt;Jalan raya di depan rumahku memang termasuk daerah rawan kecelakaan, ada saja nyawa melayang setiap bulannya.&lt;/span&gt; &lt;span style="COLOR: rgb(0,153,0)"&gt;"Ma....kecelakaan lagi" teriakku&lt;/span&gt; &lt;span style="COLOR: rgb(0,153,0)"&gt;"Iya, mama dengar, sudah Vita, nggak usah kesana, nanti kamu nggak bisa tidur lagi"&lt;/span&gt; &lt;span style="COLOR: rgb(0,153,0)"&gt;Aku memang suka kesulitan tidur setiap kali melihat kecelakaan.&lt;/span&gt; &lt;span style="COLOR: rgb(0,153,0)"&gt;Tapi entah kenapa rasa penasaran yang tinggi mendorongku untuk melihat keecelakaan itu.&lt;/span&gt; &lt;span style="COLOR: rgb(0,153,0)"&gt;Tergesa kukenakan kerudung dan berlari menuju ke tempat kejadian, Tempatnya nggak jauh dari tempatku, jaraknya hanya sekitar sepuluh meter.&lt;br /&gt;Baru beberapa langkah aku berlari, tanpa sadar kakiku terantuk sebuah benda keras, helm berwarna biru tua. "sepertinya aku mengenal helm itu" aku membuang pikiran buruk jauh-jauh.&lt;br /&gt;"Ah...helm seperti itu kan banyak yang punya" bathinku.&lt;br /&gt;Masih terengah aku menyeruak masuk kerumunan, seorang pemuda berjaket kulit hitam tergeletak tak berdaya, sementara darah melumuri sekujur tubuhnya.&lt;br /&gt;Mataku nanar menatap tubuh tak berdaya itu, sosok yang aku kenal. Seketika aliran darah di tubuhku mendadak berhenti.&lt;br /&gt;"Kak Ilyas" teriakku sekuat-kuatnya. Detik berikutnya aku tak tahu lagi apa yang terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                     ******************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu setelah menyelesaikan beberapa tugas kantor, aku menyempatkan diri untuk mengunjungi sebuah situs islam favoritku. Aku memilih chat room, rasanya sudah lama sekali aku tidak chatting karena kesibukanku.Tak banyak orang yang kutemui di chat room.&lt;br /&gt;"Assalammu'alaikum" tiba-tiba seorang ikhwan menyapaku&lt;br /&gt;"Wa'alaikum salam" jawabku&lt;br /&gt;"ASL please" balasnya&lt;br /&gt;Muhammad Ilyas, begitu dia memperkenalkan namanya. Ternyata dia tinggal satu kota denganku dan usianya dua tahun lebih muda dariku. Kamipun terlibat percakapan seru, gaya bicaranya yang sopan dan selalu menyelipkan tausiyah membuatku betah berlama-lama ngobrol dengannya.&lt;br /&gt;Chatting terpaksa harus diakhiri karena jam kantor hampir selesai. Kami saling bertukar nomor handphone dan berjanji untuk saling menyapa lagi esok hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat jam tiga pagi ketika handphoneku berbunyi menandakan ada SMS yang masuk. Dari Kak Ilyas, segera kubuka pesan singkat itu.&lt;br /&gt;"Saatnya qiyamul lail Dik Vita"&lt;br /&gt;Kami memang semakin dekat akhir-akhir ini. Pesan-pesan singkat untuk sekedar mengingatkan waktunya shalat sering dia kirim. Sikapnya yang dewasa terpancar dari kata-kata yang dia ucapkan membuatku tak sungkan memanggilnya kakak walaupun usianya dua tahun lebih muda dariku.&lt;br /&gt;Aku kembali membaringkan tubuhku setelah sebelumnya meminta Kak Ilyas membangunkanku kalau waktu shalat subuh sudah tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dik Vita, sudah cukup rasanya saya mengenal Dik Vita, bagaimana kalau kita ketemu langsung besok sabtu?"&lt;br /&gt;Pesan singkat dari Kak Ilyas kuterima lagi siang ini.&lt;br /&gt;Ada rasa bahagia dan was was aku rasakan. Bahagia karena akan bertemu dengan pria yang selama ini dekat denganku, was was karena aku takut setelah pertemuan ini dia pergi meninggalkanku. Akhirnya aku menyepakati pertemuan sabtu ini di sebuah mesjid agung di kota kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba saat yang ditentukan, kamipun bertemu. Kak Ilyas harus menungguku hampir satu jam karena aku tertahan tugas kantor yang harus kuselesaikan.&lt;br /&gt;"Nggak apa-apa" katanya tanpa ada ekspresi kemarahan ketika aku mengemukakan alasan tentang keterlambatanku. Pembicaraan yang mengalir lancar dan mengasyikkan harus berakhir setelah saatu jam petemuan. Kamipun berpisah dengan senyum merekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu baru menunjukkan pukul 20.00 ketika tiba-tiba handphoneku berbunyi memecahkan kesunyian malam.&lt;br /&gt;"Assalammu'alaikum" setengah kaget aku menangkat handphoneku&lt;br /&gt;"Wa'alaikum salam" kata suara diseberang sana yang ternyata kak Ilyas&lt;br /&gt;"Apa kabar Dik Vita"&lt;br /&gt;"Alhamdulillah baik"&lt;br /&gt;Hening sesaat, terdengar helaan nafas berat dari suara diseberang sana.&lt;br /&gt;"Ada apa Kak" kataku penasaran&lt;br /&gt;Diapun berbicara pelan, aku menangkap kebimbangan dibalik kata-katanya&lt;br /&gt;"Dik Vita, tanpa terasa tiga bulan lamanya kita saling mengenal, meskipun baru sekali kita bertemu. Rasanya sudah cukup buat saya untuk menilai kepribadian Dik Vita dan menentukan mau dibawa kearah mana proses ta'aruf kita ini" diam sejenak, dia kembali menghela nafas. Kubiarkan dia berhenti sesaat dan berfikir untuk meneruskan kalimat-kalimatnya tanpa selaan sidikitpun dariku.&lt;br /&gt;"Selama seminggu berturut-turut saya shalat istikharah, memohon petunjuk Allah dan saya yakin Dik Vitalah yang paling tepat untuk mendampingi saya dan menjadi ibu dari anak-anak kita kelak, minggu depan saya dan keluara akan bersilaturahmi ke rumah Dik Vita untuk meminang Dik Vita"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,153,0)"&gt;Malam itu kebahagiaan melengkapi hidupku. Sajadahku basah oleh air mata bahagia yang tertumpah, " terima kasih ya Allah" tak henti kata-kata syukur mengalir dari mulutku. "Kau pilihkan imam yang tepat untukku"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,153,0)"&gt;Seminggu kemudian keluarga Kak Ilyas datang meminangku. Hangat.....itulah kesan pertama yang kurasakan dari keluarganya. Akhirnya kedua belah pihak sepakat pernikahan diadakan sebulan lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,153,0)"&gt;Hari-hari berikutnya adalah penantian yang panjang untukku dan Kak Ilyas, kami berdua tak sabar menunggu hari bahagia itu tiba, sampai akhirnya Allah menentukan lain. Kak Ilyas dipanggil menghadap-Nya karena kecelakaan tepat tiga hari sesudah keluarganya meminangku. Tak terbayang perasaan kami saat itu. "Ilyas orang yang baik, makanya Allah memanggilnya lebih cepat, yakinlah dia sekarang bahagia dalam pemeliharaan-Nya" begitu selalu nasehat keluarga Kak Ilyas yang sedikit menghiburku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,153,0)"&gt;                                                                *********************&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Siang itu mentari bersinar dengan teriknya, jalan raya yang kulalui lengang, hanya sesekali ditingkahi suara kendaraan yang dipacu kencang. Keringat mengucur deras membasahi kerudung lebar dan gamisku yang berwarna gelap. "Seharusnya aku tak lupa membawa payung" bathinku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Aku berjalan tanpa arah, hanya mengikuti kemana kaki melangkah. Adzan dzuhur berkumandang dari mesjid agung yang letaknya beberapa meter di depanku. Aku bergegas memasuki mesjid. Kutemui pemandangan seperti biasa, para musafir duduk berselonjor dan tidur-tiduran beralaskan tas yang mereka bawa, sekedar melepaskan penat dan lelah sebelum melanjutkan perjalanan kembali. Setelah mengambil air wudlu aku shalat dan berdoa dengan khusyu tidak lupa menyelipkan doa untuk Kak Ilyas sesudahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Selesai shalat aku bergegas meninggalkan mesjd dan berjalan melalui taman bunga di halaman mesjid. Udara sejuk terasa, angin berhembus sepoi.....Tiba-tiba mataku terpuruk pada sosok pemuda yang memakai kemeja putih tangan panjang, rapi....jenggotnya yang tipis tumbuh teratur di dagunya. Wajahnya yang tampan dan bibirnya selalu dihiasi senyuman. Mendadak aliran darah dalam tubuhku seakan berhenti, tubuhku bergetar hebat. "Kak Ilyas" kataku lirih, dia tersenyum cerah, dengan muka bersinar. Wajahnya terlihat sangat menyejukkan. Aku memejamkan mata tak percaya.........ah ternyata hanya ilusi. Ketika kubuka kembali mataku, ternyata tidak kutemukan apapun selain bunga dan bangku taman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Suasana hening.....di taman halaman mesjid inilah kami pertama kali bertemu. Hari ini tepat satu tahun sejak Kak Ilyas meninggal. Seminggu lagi pernikahanku dengan Faishal adik kandung Kak Ilyas akan digelar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Malam ini aku menggenggam dua surat undangan, tertulis namaku di kedua surat undangan tersebut. Aku membuang surat undangan yang ternoda bercak darah dan nama Muhamad Ilyas tertulis disana. "Selamat jalan Kak Ilyas, selamat jalan kenangan", bisikku "semoga Allah menerimamu disisi-Nya dengan amal yang berlipat ganda, amiiiiiiiiin".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,153,0)"&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-111528162056723540?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/111528162056723540/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=111528162056723540' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111528162056723540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111528162056723540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/05/selamat-jalan-kenangan.html' title='Selamat Jalan Kenangan'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-111449992445125680</id><published>2005-04-26T14:12:00.000+07:00</published><updated>2005-05-06T15:54:49.370+07:00</updated><title type='text'>Kado diusia Tiga Puluh</title><content type='html'>&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Gunung Mas, 30 Desember……….&lt;br /&gt;Udara pegunungan dingin sekali pagi ini, kalau saja Fatima tidak mendengar suara Adzan pasti dia lebih memilih bersembunyi dibalik selimut hangatnya.&lt;br /&gt;Huah….masih dengan kantuk menggelayuti kedua matanya, Fatima menuju kamar mandi, dinginnya air wudlu membantu matanya untuk terbuka lebih lebar. Bergegas dia berjalan kearah mushala yang letaknya tidak begitu jauh dari tempatnya menginap&lt;br /&gt;Suara iqomah terdengar membahana….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Hari ini adalah ulang tahun Fatima yang ketiga puluh, tidak seperti biasanya kali ini Fatima lebih memilih untuk merayakannya sendiri ditengah kesunyian perkebunan teh. Ia lebih suka menyumbangkannya dana yang dialokasikan untuk perayaan ulang tahun ke sebuah panti asuhan dan mengganti malam pertambahan umurnya tidak lagi dengan hura-hura, tetapi dengan muhasabah. Alhamdulillah, Allah merangkulnya dalam nikmatnya iman setelah sebulan belakangan ini dia mengenakan jilbab dan merubah pola hidupnya.&lt;br /&gt;Lamunan panjang tanpa terasa mengiringi langkah Fatima sampai ke pintu penginapan.&lt;br /&gt;“Jalan-jalan ah” bathin Fatima. Sayang sekali rasanya kalau harus melewatkan pagi yang sejuk ini hanya dengan berdiam diri dan melamun di dalam kamar.&lt;br /&gt;Seolah takut kehilangan kabut pagi, Fatima tergesa-gesa mengenakan pakaian olahraga dan sepatu kets.&lt;br /&gt;“Assalammu’alaikum, pagi ini cerah sekali ya mbak” suara ramah seorang pemuda menyapa Fatima. Terkejut Fatima mencari sumber suara.&lt;br /&gt;“Wa’alaikum salam, iya nih…udaranya sejuk sekali, suasananya tenang berbeda sekali dengan Jakarta yang panas dan hiruk pikuk”&lt;br /&gt;“Mau mencoba naik kuda mbak”&lt;br /&gt;“Wah…saya nggak berani mas, naik sepeda aja nggak bisa” jawab Fatima malu-malu&lt;br /&gt;“Tapi sayang sekali kalau Mbak nggak mencoba, si Putih kuda saya ini jinak lho mbak” pemuda itu setengah memaksa.&lt;br /&gt;“Oke deh, tapi tolong bilangin sama siputih jalannya hati-hati ya” kata Fatima seraya tersenyum.&lt;br /&gt;“Beres mbak”&lt;br /&gt;Hup….dengan sekali lompatan Fatima sudah naik ke punggung kuda, jilbab yang dipakainya sama sekali tidak menghalanginya bergerak, rupanya sifat tomboynya masih saja tersisa.&lt;br /&gt;Berkuda di pagi hari, diantara sejuknya perkebunan teh memang mengasyikan, walaupun kabut membatasi jarak pandang, tapi kesegaran udara pagi hari yang belum terkena polusi serta merta membuat beban karena kesibukan sehari-hari menguap entah kemana.&lt;br /&gt;Fatima sangat menikmati pengalam pertama berkuda, sampai tiba-tiba si putih, kuda yang dinaiki Fatima meringkik seraya mengangkat kedua kaki depannya tinggi-tinggi.&lt;br /&gt;Gedebuk…..”aduh” Fatima terjatuh dari punggung kuda.&lt;br /&gt;“Sakit ya mbak” tergesa pemuda pemilik kuda menghampiri Fatima&lt;br /&gt;“Wah lutut mbak berdarah, maaf ya mbak, nggak biasanya si putih bertingkah banal seperti tadi”&lt;br /&gt;“Ah nggak apa-apa kok, cuma luka sedikit, nanti saya obatin di penginapan” kata Fatima seraya mengusap-usap lututnya yang terluka&lt;br /&gt;“Putih, kamu kenapa sih ?” pemuda itu dengan kesal menghampiri kudanya&lt;br /&gt;Si putih seolah mengerti kekesalan mukanya kembali meringkik seperti tadi, seolah-olah mau menunjukkan penyebabnya.&lt;br /&gt;“Ooooooooo ternyata karena si hitam, kamu jatuh cinta sama dia ya, dasar betina jalang”&lt;br /&gt;Fatima Cuma bisa tersenyum geli mendengar pembicaraan pemuda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERSAMBUNG – Insya Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat adikku : Tia n Ia di MAB – IPB, “pinjem istilah jalangnya ya.......” &lt;a onclick="opener.smilie('%bbungaa%'); self.focus(); return false;" href="http://www.myquran.org/forum/misc.php?do=getsmilies&amp;wysiwyg=0&amp;amp;forumid=26#"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onclick="opener.smilie('#!anim44'); self.focus(); return false;" href="http://www.myquran.org/forum/misc.php?do=getsmilies&amp;wysiwyg=0&amp;amp;forumid=26#"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-111449992445125680?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/111449992445125680/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=111449992445125680' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111449992445125680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111449992445125680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/04/kado-diusia-tiga-puluh.html' title='Kado diusia Tiga Puluh'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-111398131251567433</id><published>2005-04-20T14:12:00.000+07:00</published><updated>2005-04-29T09:00:38.896+07:00</updated><title type='text'>Hari Ini...........</title><content type='html'>&lt;span style="color:#009900;"&gt;Hari ini aku tersenyum&lt;br /&gt;Mengucap selamat datang&lt;br /&gt;Untuk rasa yang hadir tiba tiba&lt;br /&gt;Indah penuh warna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini ada segenggam asa&lt;br /&gt;Ketika kau katakan&lt;br /&gt;“Dek….sapalah aku dengan senyummu”&lt;br /&gt;Dan ribuan bintang menghiasi&lt;br /&gt;Langit-langit hati&lt;br /&gt;Serta merta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Hari ini aku kembali bertanya&lt;br /&gt;“Rabb, inikah jawaban"&lt;br /&gt;Atas tanya dan doa&lt;br /&gt;Diantara sujud-sujud panjangku&lt;br /&gt;Semoga……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku bahagia&lt;br /&gt;Mengharap saatnya tiba&lt;br /&gt;Biar waktu membuktikan&lt;br /&gt;Hingga aku berkata&lt;br /&gt;Tak ada yang mencintaiku sepertimu&lt;br /&gt;Tulus bukan putus asa…………. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-111398131251567433?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111398131251567433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111398131251567433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/04/hari-ini.html' title='Hari Ini...........'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-111355279418236061</id><published>2005-04-15T14:49:00.000+07:00</published><updated>2005-04-15T15:25:48.213+07:00</updated><title type='text'>Untuk Calon Isteriku</title><content type='html'>&lt;span style="color:#009900;"&gt;calon istriku..........&lt;br /&gt;tak ada permadani tebal di rumah kontrakan kita nanti&lt;br /&gt;cuma ada dua helai sajadah&lt;br /&gt;tuk alas kita shalat&lt;br /&gt;gajiku belum cukup untuk&lt;br /&gt;memanjakanmu dengan pakaian mewah&lt;br /&gt;cuma bisa menyiapkan mukena&lt;br /&gt;dan busana sederhana&lt;br /&gt;untuk menutupi auratmu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;sayangku......&lt;br /&gt;aku tak mampu membelikanmu kendaraan&lt;br /&gt;tapi aku bisa menghiburmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;ketika kau merasa lelah&lt;br /&gt;dan sepasang tangan tuk menuntunmu&lt;br /&gt;tapi jika kau benar2 lelah&lt;br /&gt;aku bisa menggendongmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cintaku......&lt;br /&gt;aku tak bisa membelikan kalung mutiara&lt;br /&gt;cuma ada seuntai tasbih&lt;br /&gt;untuk memudahkanmu menyebut asma-Nya&lt;br /&gt;aku juga tak bisa membelikanmu kosmetik&lt;br /&gt;tapi kan kubantu kau tuk berhias dengan iman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kekasihku..........&lt;br /&gt;aku tak bisa membelikanmu televisi&lt;br /&gt;juga berbagai macam player&lt;br /&gt;nyanyian kita nanti adalah tilawah&lt;br /&gt;atau nasyid yang kusenandungkan sendiri&lt;br /&gt;tidak ada jatah untuk koran, tabloid dan majalah&lt;br /&gt;aku kan menggantikannya dengan alquran dan hadist&lt;br /&gt;sinetron dan filmnya adalah kisah para nabi&lt;br /&gt;yang tak kan putus kuputar untukmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;calon istriku.........&lt;br /&gt;kuharap kau bisa memaknai kesederhanaan cintaku&lt;br /&gt;jika kau jadi istriku nanti&lt;br /&gt;pahami aku&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;************************************************&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;buat sepupuku yang bentar lagi mo menggenapkan separuh diennya ;&lt;br /&gt;ni die puisi pesenannya a........pengganti kado yaks, hehehe&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-111355279418236061?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/111355279418236061/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=111355279418236061' title='20 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111355279418236061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111355279418236061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/04/untuk-calon-isteriku.html' title='Untuk Calon Isteriku'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-111344752021160798</id><published>2005-04-14T09:56:00.000+07:00</published><updated>2005-04-14T10:03:55.153+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Sesal</title><content type='html'>&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Menyusuri tepian jalan ini kembali&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Setelah sekian purnama berlalu&lt;br /&gt;Sunyi masih seperti dulu&lt;br /&gt;Namun &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ada rasa lain yang menyeruak di bilik hati&lt;br /&gt;Resah yang tiada pernah terlipur waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Cemara dikanan kiri jalan&lt;br /&gt;Masih juga seperti dulu&lt;br /&gt;Hanya saja tingginya&lt;br /&gt;Kini melebihi tinggi tubuhku&lt;br /&gt;Ternyata ada juga yang berubah&lt;br /&gt;Tapi tidak dengan sesalku&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Merdu kudengar kicau tekukur&lt;br /&gt;Mungkin nada yang dia nyanyikan&lt;br /&gt;Tak sama&lt;br /&gt;Dengan lagu yang dahulu&lt;br /&gt;pernah kita nikmati berdua&lt;br /&gt;Tapi iramanya sungguh riang&lt;br /&gt;Merdeka dan tanpa beban&lt;br /&gt;Tidak seperti aku.....&lt;br /&gt;Lisan ini tak mampu bercerita&lt;br /&gt;Sekedar memberi jawaban&lt;br /&gt;Atas sejuta tanya&lt;br /&gt;Yang pernah kau lontarkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumohonkan maafmu&lt;br /&gt;Untuk semua luka dan kecewa&lt;br /&gt;Yang kau tanggung karenaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sesalku tak berarti lagi&lt;br /&gt;Airmatapun kini tlah mengering&lt;br /&gt;Laksana embun yang tak kudapati lagi siang ini&lt;br /&gt;Menguap ditelan mentari&lt;br /&gt;Namun&lt;br /&gt;Pernah kutuliskan namamu&lt;br /&gt;Di langit biru&lt;br /&gt;Kau pun tahu itu &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-111344752021160798?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/111344752021160798/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=111344752021160798' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111344752021160798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111344752021160798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/04/sebuah-sesal.html' title='Sebuah Sesal'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-111294283338352516</id><published>2005-04-08T13:15:00.000+07:00</published><updated>2005-04-08T13:47:13.386+07:00</updated><title type='text'>Selamat Datang di Blog-ku</title><content type='html'>&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Alhamdulillah, akhirnya blogku sudah bener-bener selesai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;berwarna dasar pink, warna lembut yang aku suka, sama sukanya dengan warna biru yang selalu menyejukkan ketika dipandang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;berhiaskan lambang cinta yang berjatuhan..........sebagai pengingat kita untuk selalu menebarkan cinta dimuka bumi, cinta dalam arti yang luas.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Kesannya romantis......begitu kata Akh Irvan. Aku memang lagi belajar untuk romantis, rasa yang seringkali terkikis oleh ritme hidup dan tumpukan kertas-kertas kerja....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;"Senikmat iman, seindah ukhuwah dan sejujur nyanyian hati"&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Betapa sulit memelihara iman agar grafiknya selalu naik, makanya blog ini dihubungkan dengan beberapa situs islam dan blog2 yang lain, yang memuat banyak tausiyah dan artikel keagamaan dengan begitu insya Allah keimananku terjaga, alangkah indah dan nikmatnya hidup dengan iman........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ghif bilang "blognya manteb euy".......siapa dulu dunk yang mendesign, thanks to ama yang bantuin aku bikin blog ini cantik, secantik ama.....jangan bosan-bosan bantuin ya, nah inilah salah satu bentuk kenikmatan ukhuwah.........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Semoga nanti tulisan tulisan yang aku buat jujur, sejujur nyanyian hatiku.........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk bertamu, silahkan masuk dan nikmati hidangan yang ada, walaupun menunya masih terbatas dan hanya sekelas jajanan pasar, semoga bisa sedikit mengurangi rasa lapar dan dahaga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Jangan lupa komentarnya ya..........&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-111294283338352516?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://witatea.blogspot.com/feeds/111294283338352516/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11910769&amp;postID=111294283338352516' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111294283338352516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111294283338352516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/04/selamat-datang-di-blog-ku.html' title='Selamat Datang di Blog-ku'/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11910769.post-111259059954750985</id><published>2005-04-04T11:53:00.000+07:00</published><updated>2005-04-06T14:13:02.946+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;img src="http://www.planetsmilies.com/smilies/happy/1/happy05.gif" /&gt;alhamdulillah....akhirnya aku punya tempat buat nulis... tapi masih blognya masih sederhana banget, hmhm....ada yang mo bantuin biar keliatan lebih menarik nggak ya ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11910769-111259059954750985?l=witatea.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111259059954750985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11910769/posts/default/111259059954750985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://witatea.blogspot.com/2005/04/alhamdulillah.html' title=''/><author><name>Wita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17959051572129046965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
