Kumpulan Catatan Dari Hati

Sunday, April 23, 2006

Dear Blog....
Huah...dah lama banget ya aku nggk ngunjungin kamu, nggk coret2 kamu, bahkan meluangkan sedikit waktu untuk membalas sapaan teman saja aku nggak sempat.
Aku benar2 sibuk akhir2 ini.....

Alhamdulillah....hari ini aku bisa membuka kembali blog kesayanganku.
Dikantor suamiku....daripada bengong nungguin dia menyelesaikan tugasnya n kebetulan dia pake kompi temennya.....ya udah, aku duduk manis, mulai membuka blogku....huah senengnya !!!.....

Wow....rasanya banyak sekali cerita yang mau aku tulis, tapi ketika duduk didepan kompi....segudang cerita itu seolah tumpang tindih, berebutan, semua ingin ditulis pada urutan pertama. Zaaap...akhirnya segenap cerita itu hilang, aku nggak tahu harus nulis apa..
hmmmm...........

Friday, October 28, 2005

Perjalanan Menuju Hari Bahagia II

Senin malam, 15 Agustus 2005

Entah kenapa, kegelisahan menyelimuti dan menguasaiku malam ini.
Ada perasaan waswas dan takut tidak diterima oleh keluarga abang........
Kita berdua lahir dan besar dalam asuhan keluarga yang sungguh berbeda.
Berbeda latar belakang suku, budaya, pendidikan bahkan tingkat sosial.
Kekhawatiran itu.....tiba-tiba saja menyeretku pada pertanyaan-pertanyaan yang dibuat oleh angan-anganku sendiri.
Dan ini tentu saja begitu menyiksa.
Perasaan itu semakin memuncak ketika akhirnya kukirim sebuah pesan singkat.
Kutanyakan padanya apa yang akan dia lakukan seandainya kedua orangtuanya tidak merestui hubungan kami
“Adik, saya tidak mau menjawab sesuatu yang belum pasti terjadi” dasar plagenis !!! aku Cuma bisa membacanya sambil tersenyum kecut.
Dia memang plagenis, itulah hasil sebuah kuis yang diambil dari sebuah buku berjudul “diary pengantin”. Ternyata kuis itu cukup ampuh mengungkap sedikit kepribadian kami.

“Adik, segala sesuatu itu harus diperjuangkan, Adik berani kan ?
Harus berani !!!!” tegas, bunyi pesan singkat di ponselku menantang tetapi sekaligus mendukungku.
“Abang, kalau Abang tetap disamping adik, memberi semangat dan mendukung adik, Insya Allah adik pasti memiliki keberanian itu” balasku
Abang sendiri tidak meragukan keberanianku, lantas kenapa aku harus surut langkah sebelum bergerak maju.


“Kita sedang memperjuangkan niat baik kita berdua, sudah pasti Abang mendukung adik” sambungnya....ah rasa percaya diri itu akhirnya kembali, bahkan mulai berlipat ganda, tidak ada yang perlu diragukan lagi

“Adik jangan khawatir terlalu berlebihan, kita serahkan semuanya kepada Allah, bukankah selama ini selalu itu yang kita lakukan. Allah akan memberikan yang terbaik, kalau kita ikhlas menerima segala ketentuannya”
Lalu……kesejukan itu hadir tiba-tiba

Beruntung Allah mengirimkannya padaku disaat yang “tepat” ini.
Alhamdulillah……dialah pria terbaik pilihan Allah untukku.
Terima kasih ya Rabb……….Engkau memberikan seseorang yang aku butuhkan, bukan yang aku inginkan

Perjalanan Menuju Hari Bahagia - I

Minggu, 14 Agustus 2005
Tak ada samudera yang membentang dan belaian angin sepoi yang menambah romantis suasana.
Tak ada camar yang terbang rendah ataupun pohon nyiur yang dahannya menari diliukkan angin.
Apalagi sampan nelayan....tak ada ! gambaran pantai dan seisinya tak mungkin kutemui dirumah kost-ku yang memang jauh dari pantai.
Tapi aku merasakan gemuruh itu. Akupun merasakan gejolak itu. Gemuruh yang maha dasyat, bukan sekedar ombak kecil yang berlari berkejaran ke mulut pantai.
Yaa ! ada ombak walau tak sedasyat tsunami dihatiku. Dan gemuruhnya menguasai, bergaung dan menelusup seolah memenuhi ruangan tempat kami berada sore itu.
"Saya sudah shalat istikharah, Saya memilih adik dan saya ingin menikah dengan adik"
Sejenak aku terdiam……”maksud abang”
Dan diapun mengulang kembali kata-kata yang diucapkannya tadi.
Ya Rabbi !!!!
Lidah ini kelu, sungguh !!! aku nyaris tak bisa berkata-kata.
Hatiku sibuk mengagungkan asma Allah
Subhanallah....walhamdulillah....Allahu akbar

Illahi Rabbi, kata-kata ini kutunggu dari orang yang "tepat" beberapa tahun terakhir, dan aku mendengarnya sore itu.
Tak urung membuat perasaanku bercampur aduk dan bahagia merajai hatiku.

Banyak yang kami bicarakan sore itu. Tentang aneka harapan dan bermacam keinginan yang ingin diwujudkan setelah kami menikah nanti.

Perlahan, diapun meneruskan lisannya, begitu hati-hati.
“Kalau adik menikah dengan saya, adik harus rela hidup sederhana, menerima tidak hanya saya, tetapi juga papa dan mama saya sebagai bagian dari keluarga baru kita kelak” hening itu datang......
“Untuk saat ini saya nggak bisa terlalu jauh meninggalkan papa dan mama, mereka sudah tua, saya berkewajiban merawat keduanya, jadi setelah menikah nanti kita harus tinggal di Jakarta, itu artinya adik harus rela meninggalkan pekerjaan adik sekarang”

Abang, tidak ada yang sulit kalau abang selalu disampingku, Insya Allah......
Apapun keputusan abang, selama itu sesuai dengan kitabullah dan sunatullah, sebagai calon
isteri tentu aku dukung.

Mulai hari ini, kusandarkan seluruh harapan padamu calon suamiku.
Harapan untuk membangun keluarga barokah yang sakinah mawaddah warahmah.
Kujadikan kau qawwam yang akan memimpin dan membimbingku menuju surga-Nya.

Cinta itu belum lagi tumbuh, tapi aku punya “bibit unggul”, aku yakin dengan sedikit waktu dan kesabaran cinta itu akan tumbuh dengan subur.

Wednesday, October 12, 2005

Hari I

seperti biasanya melihat cakrawala
tak ada merpati
pun itik
detik detik jadi asap
musnah dalam riak jemari yang menari
melenguhkan mimpi..

hujan yang turun sebentaran
menyapa hari pertama ramadhan
meresapkan minus celcius
ditulang sumsumku
lalu aku menunda wudlhu
menunda waktu bertemu Mu..

Ba’dha maghrib
Bersama karib
bocah-bocah yang berseliweran tak tertib
“om.. buat makan om…”
dan tangan mungil itu terus tengadah
tak kenal lelah..
jalan baru saja diawalnya
masih beribu masa lagi
sebelum sampai pada Mu

Catatan Abang tentang hari pertama Ramadhan

Friday, September 16, 2005

Jatuh Cinta

Saat cakrawala tersenyum
Menyapa batas senja
Telah kupasrahkan hati
Karena cinta hadir
Begitu Indahnya


28 Agustus '05

Wednesday, September 14, 2005

"Bom" itu Berasal Dari Kaleng Bekas Obat Anti Nyamuk

Kesejukan pagi masih sangat terasa ketika tiba-tiba suara keras menghentak di dinding indera pendengaran. Sebuah ledakan...... Teriak kesakitan pun menyusul seketika. Tak lama penduduk sekitar berkumpul ditempat kejadian. Kobaran api belum lagi padam menyisakan bau menyengat dari sisa-sisa sampah yang dibakar.
Semua pasang mata tertuju pada sosok ibu muda yang tergeletak tak jauh dari tempat pembakaran, mengerang penuh kesakitan.

Ledakan itu berasal dari kaleng bekas obat anti nyamuk dan ibu muda yang terkena musibah itu adalah teman kerjaku.
Sebelah tangan dan separuh mukanya dipenuhi luka bakar. Kulitnya melepuh dan sebagian mengelupas. Cairan bening keluar dari sela-sela kulit yang mati terbakar.
"Sakit dan panas sekali mbak" katanya
Sore itu aku dan teman-teman kantor menengoknya. Kondisinya masih lemah namun putra bungsunya tak berhenti menangis. Meskipun sudah digendong oleh ayahnya, tetap saja tangisannya tak mereda. Dia pun terpaksa menggendong putranya seraya sesekali meringis menahan sakit. Kasih ibu memang selalu tiada batas.......

"Kemarin kulit mati ini sengaja dikelupas untuk mengobati luka dibawahnya, wah sakitnya bukan main, saya sampai nangis"
Aduh.....aku sampai merinding mendengarnya, membayangkan betapa perih dan panasnya luka itu. Pernah suatu kali tanganku tanpa sengaja memegang arang yang dibakar ketika sedang membuat sate. Lukanya hanya kecil saja, tetapi rasanya panas sekali. Apalagi luka bakar sebesar itu...........

Sebenarnya hampir di setiap botol tercantum peringatan untuk menjauhkan kemasan tersebut dari api, tapi kerap kali kita tidak menghiraukan peringatan tersebut.
Mungkin kebanyakan orang berpikir "ah cuma botol bekas, sampah !!! tak perlu diperlakukan istimewa" maka peringatan yang jelas tertera itu dianggap hanya sebuah keisengan belaka, tanpa makna. Tak terpikir akibat ledakannya mampu membahayakan jiwa seseorang.

Hari ini genap dua belas hari dia tidak masuk kerja. Aku pun belum sempat menjenguknya kembali. Entah bagaimana kesehatannya hari ini.

Semoga lekas sembuh mbak Fitri..........dah kangen banget neh pengen saling bertukar cerita ketika jam makan siang tiba.


***************************

Botol hanyalah benda mati, peringatan yang tertulis diatasnya dibuat oleh manusia, tetapi ledakan yang ditimbulkanya bisa membahayakan. Maka bisa kita bayangkan seandainya yang membuat larangan itu adalah Allah, yang menciptakan kita, yang menyebabkan dunia dan seisinya ini ada, penguasa arsy, penentu qadha dan qadar. Dan seringkali peringatannya kita langgar pula.
Alangkah celakanya kita. Tiada terbayang dasyatnya ledakan yang terjadi akibat kesombongan kita melanggar larangannya.
Ya Rabb..........ampuni hamba yang dhaif ini. Ampuni hamba yang kerap tidak bisa mengendalikan hawa nafsu. Ampuni hamba...............

Tuesday, September 13, 2005

Jatuh Cinta Bisa Membuat Seseorang Jadi Pemarah ??????

Haiiiiiiiiiiiiii......blogku tersayang, dah lama buanget aku nggak nyapa kamu
Apa kabar hari ini ? wah.....nggak ada pengunjung yang mengisi buku tamu yah.
Hmmm...ternyata lebih banyak 'pengintip' yang nggak pada nulis di buku tamu.
Nggak apa2 lah....setidaknya masih ada yang meluangkan waktu untuk membaca tulisan-tulisanku. Daripada nggak ada sama sekali....huehehe.......

Blogku tersayang,
Hari ini sebel..............sebel abis !!!!!
Seharian cuma denger bossku ngoceh bin ngomel. Meskipun bukan aku yang diomelin, tapi lama2 kupingku pengeng juga. Mejaku paling deket ma meja si boss, jadi setiap kali dia teriak selalu saja suara menggelegar itu menggelitik gendang telingaku.

Tahu nggak, saking sebelnya......akhirnya kami ( aku, m' made n uni evi ) sepakat menganugerahkan nama baru untuk bossku, yaitu.............
Sri Paduka Baginda yang mulia Tuanku Raja Amarah bin Angkara Murka
Huehehe...........keren kan namanya

Napa yah akhir2 ini dia berubah, totally !!!!! padahal dulu kita manggil dia mr. nice guy.........orangnya baiiiiiiiiik banget. Boss terbaik yang pernah aku temui deh pokoknya.

Blog...blog, mmmm..........memang jatuh cinta bisa membuat tabiat seseorang berubah ? berubah menjadi berperangai jelek lho maksudku.
Yang pernah aku alami sih berubahnya jadi lebih baik. Misalnya, yang tadinya jarang mandi jadi sering mandi, lebih rapi dan wangi teruuuuuuuuus........:-D.
Pernah juga waktu masih berseragam putih abu2, aku diam2 jatuh cinta sama seorang kutu buku. Hasilnya aku jadi kutu buku juga, lebih sering menghabiskan waktu istirahat di perpustakaan. Bukan baca, tapi hanya sekedar curi-curi pandang sama si dia.............hihihi

Bahkan patah hati karena cintapun kadang-kadang membawa pengaruh baik lho blog. Biasanya kalau patah hati aku bisa menjelma menjadi penyair dadakan, walaupun syair2 yang aku ciptakan norak abiiiizzzzzzz..............

Tapi kebalikannya terjadi sama bossku. Semenjak dia jatuh cinta, dia jadi berperangai menyebalkan........ups......jangan bilang siapa2 ya blogku sayang.
Tahu nggak, hari ini boss marah besar gara2 staff exim bilang "ya udah"
Dia langsung ngamuk n teriak2. Uratnya mpe pada keluar lho blog.......
"Jangan pernah bilang ya udah, gw nggak suka !!!!!!!!
"It seems i am forcing you..........." wew....blog, teriakannya kedengeran ampe ke ruang resepsionis, padahal bossku ngomelnya di ruangan produksi yang jaraknya lumayan jauh dari ruang resepsionis..........Aku cuma bisa nutup kuping cepet2 sambil nyanyi dangdut "lho....begitu saja kok marah........."

Blog, sebenernya dia tahu nggak sih arti dari kata "ya udah".
Wah kayaknya dia salah milih karir deh, seharusnya jadi penyanyi rock aja, bukannya bikin garment factory.

Sampai2 ada yang menarik kesimpulan, karena nafsu birahi tak tersalurkan maka nafsu amarahnya tak terkendali. Iiiih....syereeeeeeeeemmmmmmmmm.......

Kita doakan bossku yuk blog, mudah2an dia segera mengakhiri petualangan cintanya, kembali kepangkuan keluarga tercinta......( kalo inget sama isteri n anak2nya aku suka miris sendiri lho ).
Semoga dia juga kembali menjadi manusia yang baik hati seperti dulu.....amiiiin

hmgh.....lega deh dah numpahin semuanya

Wednesday, September 07, 2005

Aku Kembali Pada Diam

Diam.........
Aku kembali padamu
Sudah terlalu banyak aku bicara, percuma !!!!!
Ternyata cinta memberi warna abu-abu
Pada hatiku
Aku terlalu mengharap teriknya mentari
Padahal hari masih teramat pagi

"Lalu kemana perginya rindu itu?" tanyamu
Kemarin aku melihatnya
lekat.....begitu menyiksamu
"Ada" jawabku
Kukembalikan dia pada tempatnya
Di istana para raja ????
Belum layak aku memilikinya

Aku kembali pada diam
Karena dia tak pernah sempat menolakku
Karena dia selalu mengerti
Makna dari tiap tetes air mataku


Aku kembali pada diam..................

Sudut panas kamarku, lewat tengah malam
 
Terima kasih sudah menyempatkan diri mengunjungi blog-ku